Legislator Balikpapan Minta Pengawasan Ketat Takjil selama Ramadan

Balikpapan, IDN Times - Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Lim Rahman, menegaskan pentingnya pengawasan terhadap takjil atau makanan untuk berbuka puasa yang dijual selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Ia mengingatkan, takjil yang dikonsumsi masyarakat harus terjamin kesehatan dan keamanannya.
"Takjil yang dijual harus sehat, jangan sampai justru membuat masyarakat terserang penyakit," ujar Lim dilaporkan Antara di Balikpapan, Senin (10/3/2025).
1. Takjil harus memenuhi standar kesehatan

Lim menekankan, takjil yang beredar di pasaran harus memenuhi standar halal, sehat, dan bebas dari bahan berbahaya. Para pedagang, kata dia, harus menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang mereka jual.
"Makanan tidak hanya harus menarik, tapi juga wajib halal, baik (thoyib), dan sehat untuk masyarakat yang mengonsumsinya," tegasnya.
2. Sinergi dengan pihak terkait

Untuk memastikan keamanan pangan selama Ramadhan, Lim mendorong adanya sinergi antara pemerintah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta masyarakat. Ia berharap pengawasan dapat berjalan maksimal agar takjil yang dijajakan benar-benar aman dikonsumsi.
"Kami mendorong agar pengawasan berjalan optimal, sehingga masyarakat merasa aman saat membeli takjil," katanya.
3. Peran penting dalam pengawasan jajanan takjil

Selain itu, Lim menilai BPOM memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap jajanan takjil yang banyak dijajakan di Pasar Ramadhan.
"Kami minta BPOM aktif melakukan pengecekan acak terhadap produk takjil untuk memastikan kandungannya aman," ujarnya.
Tak hanya pengawasan, Lim juga meminta pemerintah dan lembaga terkait rutin memberikan edukasi kepada para penjual maupun masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas makanan.
"Ramadhan harus menjadi bulan penuh berkah yang juga aman bagi kesehatan semua pihak," pungkasnya.



















