Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lubang Bekas Tambang Batu Bara di Kaltim Kembali Menelan Dua Nyawa
Korban tenggelam di danau yang diduga bekas tambang di Desa Krayan Makmur, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser pada 6 September 2020 (Dok. BPBD Paser/Istimewa)

Samarinda, IDN Times - Dua remaja di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kehilangan nyawa. Keduanya diduga tenggelam di lubang bekas tambang pada Ahad, 6 September 2020 lalu. Persis lokasi di Desa Krayan Makmur, Kecamatan Long Ikis. Dari pusat kota, Tanah Grogot, 80 kilometer, makan waktu dua jam perjalanan.

“Total semuanya  ada enam orang, dua yang jadi korban (kehilangan nyawa). Semuanya murid SMP di Tanah Grogot,” ujar Putu Budi, anggota Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPDB Paser saat dikonfirmasi pada Senin (7/9/2020) malam.

1. Informasi diterima BPBD Paser, danau itu dulunya bekas tambang batu bara

Ilustrasi lubang bekas tambang (Dok.IDN Times/Istimewa)

Informasi dihimpun IDN Times, dua korban yang meninggal itu berinisial MR (14) dan MAP (14). Sementara empat kawan lainnya yang jadi saksi adalah AB (14), MHI (14), MI (14) dan MRS (14). Dari keterangan kawan-kawan korban, kata Budi, keenamnya berangkat dari Grogot siang hari dan sampai danau biru jelang sore. Danau ini memang langganan warga sekitar sebagai lokasi wisata. Padahal sejatinya itu lubang bekas tambang yang luput dari reklamasi.

“Informasi yang kami terima itu demikian, lubang bekas tambang (batu bara),” kata Budi.

2. Sempat terjadi tarik-menarik sebelum dua korban tenggelam

Petugas BPBD Paser saat mengangkat salah satu korban meninggal di danau yang diduga bekas tambang di Desa Krayan Makmur, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser pada 6 September 2020 (Dok. BPBD Paser/Istimewa)

Enam sekawan ini kemudian menikmati pemadangan yang memikat namun mematikan. Setelahnya, mereka hendak berencana mengambil rakit yang berada di tengah danau. Mendekati rakit, dua kawannya yang menyusul dari belakang tak kuat mengayuh kaki dan sempat kehabisan napas karena kelelahan. Kedua korban lalu berusaha menolong bersama kawannya yang lain. Namun ketiganya tanpa pelampung.

“Terjadi tarik-menarik yang menyebabkan kedua korban tenggelam dan tidak tertolong,” sebutnya.

3. Dari catatan Jatam Kaltim sudah 39 orang kehilangan nyawa di lubang bekas tambang

Petugas BPBD Paser saat mengangkat salah satu korban meninggal di danau yang diduga bekas tambang di Desa Krayan Makmur, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser pada 6 September 2020 (Dok. BPBD Paser/Istimewa)

Setelah menerima informasi tersebut pihaknya langsung bergerak evakuasi korban di lokasi. Posisi saat ditemukan, kedua korban sudah kehilangan nyawa. Dengan demikian, dari catatan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim sudah 39 orang kehilangan nyawa akibat bekas lubang tambang di Benua Etam.

“Korban maupun saksi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dapatkan perawatan,” pungkasnya.

Editorial Team

Related Article