Melandai Sepekan, Kasus COVID-19 di Kaltim Kembali Melonjak
Samarinda, IDN Times - Kasus virus corona atau COVID-19 di Kaltim memang sempat melandai selama sepekan. Sayangnya kondisi ini tak berlangsung lama. Rabu (3/6), tiba-tiba saja kasus terkonfirmasi corona bertambah 13 orang.
“Dengan demikian ada 310 kasus COVID-19 di Kaltim. Penambahan ini yang menjadi kekhawatiran sebelumnya,” ujar Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak dalam keterangan persnya via Zoom pada Rabu (3/6) malam.
1. Penambahan kasus COVID-19 terbanyak berasal dari Samarinda

Andi mengatakan, penambahan pasien positif COVID-19 terbanyak berasal dari Samarinda dengan delapan kasus. Naiknya kasus di Samarinda ikut menambah klaster baru di Ibu Kota Kaltim ini, yakni klaster anak buah kapal (ABK). Sebelumnya delapan ABK ini masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) namun hasil rapid test reaktif.
“Delapan pasien ini dirawat di RS Karantina COVID-19 di Samarinda,” terangnya.
2. Lima pasien positif virus corona sebelumnya masuk kategori OTG

Selanjutnya, kata dia, penambahan lain berasal dari Balikpapan sebanyak 3 kasus, kemudian masing-masing Kutai Barat (Kubar) dan Bontang berbagi 1 kasus. Kelima pasien ini terkonfirmasi positif hari ini setelah ditetapkan sebagai OTG. Lima pasien ini tidak masuk klaster mana pun di Kaltim. Artinya, transmisi lokal kembali terjadi.
“Pasien asal Kubar dan 2 pasien lainnya di Balikpapan dirawat di RS Pertamina. Satu pasien Balikpapan lainnya dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo. Dan yang di Bontang dirawat di RS Pupuk Kaltim,” imbuh pelaksana tugas kepala Dinas Kesehatan Kaltim ini.
3. Dua perempuan paruh baya di Kutim sembuh dari COVID-19

Rupanya penambahan kasus positif ini juga diiringi oleh pasien sembuh dari corona sebanyak dua orang. Kedua pasien tersebut berasal dari klaster Gowa di Kutai Timur (Kutim). Pasien pertama perempuan 50 tahun dirawat di RSUD Kudungga sejak 29 Maret 2020 selanjutnya, perempuan 48 tahun diisolasi di RSUD Kudungga Sangatta sejak 3 Mei 2020.
“Pasien ini dinyatakan sembuh setelah dapatkan hasil negatif dua kali,” pungkasnya.



















