(Ilustrasi) SHOLZ Leadership Development
"Saya senang akhirnya keputusan presiden jatuh di Kaltim. Apalagi dinyatakan lokasinya di daerah Kukar dan PPU," ungkap Febri Kurnia, pelatih club Futsal Kota Raja—sebutan Kukar.
Dia mengatakan, banyak hal positif bisa dirasakan warga dari segi perekonomian, infrastruktur, pendidikan, bahkan secara kehidupan sosial akan dinikmati dalam proses perpindahan ini.
"Tanah kelahiran saya bakal lebih sering dipantau oleh pemerintah, karena beliau (presiden) pasti sering ke sini. Semua kebutuhan untuk bisa mencapai standar ibu kota yang baik dan maju juga memberi dampak positif buat warga sekitar," lanjut pria berusia 24 tahun tersebut.
Menurut dia, secara infrastruktur Kukar masih banyak kekurangan seperti jalanan rusak dan transportasi umum yang terbatas. Namun dengan adanya perpindahan ini, dia yakin kekurangan tersebut segera diatasi.
"Rencana pembangunan rel untuk kereta api yang dulu dibincangkan bakal bisa direalisasikan, jadi warga Kaltim bisa lancar mobilitasnya. Jalanan rusak diperbaiki, pembangunan jalan tol juga diperbanyak," katanya.
Di balik itu, Febri berharap warga Kaltim bisa cepat menyesuaikan diri dengan para pendatang nantinya. Meskipun saat ini Kukar dan PPU sudah banyak ditempati oleh para pendatang, namun dia ingin nantinya warga asli dan pendatang bisa bersinergi dan bekerja sama untuk memajukan negara.