Samarinda, IDN Times - Kementerian Kehutanan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, mitra konservasi, akademisi, dan sejumlah perusahaan pemegang konsesi di Kabupaten Kutai Timur membentuk Forum Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan, Jumat (12/6/2026).
Forum ini digadang menjadi model pertama konservasi berbasis bentang alam di Indonesia yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan pegiat lingkungan dalam satu wadah pengelolaan habitat orangutan. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan konflik antara manusia dan orangutan yang terus meningkat di Kalimantan Timur.
Kepala BKSDA Kalimantan Timur, Ari Wibawanto, mengatakan Lanskap Keraitan merupakan salah satu habitat utama orangutan morio (Pongo pygmaeus morio) sekaligus wilayah dengan tingkat konflik manusia dan orangutan tertinggi di provinsi tersebut.
"Data kami menunjukkan hampir 70 persen kasus konflik orangutan di Kalimantan Timur terjadi di Lanskap Keraitan. Karena itu kami bersama para mitra berinisiatif membangun pengelolaan bersama melalui forum konservasi orangutan terpadu," kata Ari dalam keterangan tertulis.
Langkah awal dimulai dengan mengusulkan pengelolaan habitat orangutan melalui skema Areal Preservasi seluas 101.005,24 hektare di Lanskap Keraitan, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.
