Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemkot Banjarmasin Waspada Datangnya Banjir Rob Setinggi 2,9 Meter

Pemkot Banjarmasin Waspada Datangnya Banjir Rob Setinggi 2,9 Meter
Ilustrasi banjir rob. (Dok. IDN Times).

Banjarmasin, IDN Times - Banjir rob kembali menerjang Kota Banjarmasin dan sekitarnya di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi kekhawatiran masyarakat. Pasalnya ketinggian banjir rob bisa mencapai 2,9 meter.

Fase puncak banjir rob diprediksi akan terjadi pada akhir 29-30 April 2024 di mana tanda-tandanya sudah mulai terasa pada bulan Maret lalu. 

1. BMKG imbau warga berhati-hati pasang air laut

Pemukiman bantaran sungai di Banjarmasin.
Pemukiman bantaran sungai di Banjarmasin.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan, melalui Stasiun Meteorologi Syamsyudin Noor, baru-baru ini mengeluarkan peringatan dini terkait pasang air laut.

Dalam pernyataannya, BMKG menyebutkan bahwa fenomena Fase Bulan Baru yang disertai dengan Perigee (titik terdekat bulan dengan bumi) terjadi antara tanggal 13 hingga 20 April. Hal ini diperkirakan akan berdampak pada kenaikan air laut di sejumlah daerah sekitar Muara Sungai Barito, termasuk Kota Banjarmasin.

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap banjir rob, terutama pada rentang waktu 11.00-18.00 WITA, di mana ketinggian air maksimum dapat mencapai 2,9 meter.

Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengambil langkah serius dalam menangani masalah banjir rob yang sudah menjadi masalah rutin bagi warganya.

2. Pintu air bakal dibangun di Sungai Veteran dan Belasung

Pintu air di Sungai Belasung yang berbatasan dengan Sungai Martapura.
Pintu air di Sungai Belasung yang berbatasan dengan Sungai Martapura.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Hizbulwathony, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi untuk mengantisipasi dampak buruk dari banjir rob.

Upaya yang dilakukan termasuk pemeriksaan drainase dan sungai yang sering kali terendam akibat lumpur dan sampah.

Selain itu, mereka juga akan segera membangun pintu air antara drainase dan sungai. Dengan adanya pintu air tersebut, pengendalian aliran air selama musim banjir rob diharapkan dapat lebih terkontrol, sehingga dampaknya bisa diminimalkan.

"Saat ini kami fokus pada pemeliharaan dan pembersihan sungai serta drainase. Kami berharap dalam waktu dekat dapat segera membangun pintu air di Sungai Belasung dengan sistem otomatis," ungkapnya.

3. Proyek pintu air digarap pemerintah pusat

Menara pandang siring tendean di Banjarmasin.
Menara pandang siring tendean di Banjarmasin.

Toni juga menjelaskan bahwa proyek pembangunan pintu air ini akan dimulai di Sungai Veteran dan Sungai Bilu oleh pemerintah pusat.

Setelah itu, akan dilakukan di berbagai titik sungai yang dianggap rawan terkena banjir rob.

"Proyek pembangunan pintu air di Sungai Veteran dan Sungai Bilu sudah melewati tahap lelang. Kami berharap pelaksanaannya dapat segera dimulai, namun tentu ini akan dilakukan secara bertahap," tambahnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hamdani
Sri Gunawan Wibisono
Hamdani
EditorHamdani
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Asyiknya Kulineran di Festival Warisan Rasa Asia, Ada Smash juga lho!

05 Apr 2026, 15:39 WIBNews