Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Meski Dihantam Tiga Hari Besar, Inflasi Kaltim Hanya 0,72 Persen

Meski Dihantam Tiga Hari Besar, Inflasi Kaltim Hanya 0,72 Persen
ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Samarinda, IDN Times - Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur (Kaltim) menilai strategi 4K—yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif—mampu menjaga inflasi tetap terkendali, meski dihadapkan pada tiga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sepanjang Maret 2026.

Tiga momentum tersebut meliputi Ramadhan, Nyepi, dan Idul Fitri. Di tengah meningkatnya aktivitas dan konsumsi masyarakat, inflasi Kaltim tercatat sebesar 0,72 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim, Jajang Hermawan, mengatakan keberhasilan pengendalian inflasi tidak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota.

“Strategi 4K diperkuat melalui sinergi TPID di seluruh daerah untuk menjaga stabilitas harga selama periode HBKN,” ujarnya diberitakan Antara di Samarinda, Jumat (3/4/2026).

1. Aspek keterjangkauan harga produk makanan di Kaltim

Inflasi
ilustrasi perhitungan inflasi (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

Dalam aspek keterjangkauan harga, TPID Kaltim menggelar 83 kegiatan sepanjang Maret 2026. Kegiatan tersebut meliputi gerakan pangan murah, operasi pasar, serta program serupa di berbagai wilayah.

Rinciannya, Kota Samarinda menjadi daerah dengan kegiatan terbanyak, yakni 33 kali, disusul Kabupaten Kutai Kartanegara 16 kali, Kutai Barat 14 kali, Kota Bontang 8 kali, serta Kabupaten Mahakam Ulu dan Berau masing-masing 6 kali.

Selain itu, dari sisi komunikasi efektif, TPID terus memperkuat koordinasi melalui rapat rutin hingga rapat tingkat tinggi guna merespons dinamika harga selama HBKN.

Jajang menegaskan, ke depan TPID akan menjaga konsistensi implementasi strategi 4K serta memperkuat langkah mitigasi dini. “Upaya ini penting agar stabilitas harga tetap terjaga, daya beli masyarakat terpelihara, dan aktivitas ekonomi daerah terus berjalan,” tambahnya.

2. Indeks harga konsumen di Kaltim

Inflasi
ilustrasi inflasi (pexels.com/wildpixel)

Secara data, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Maret 2026 mencatat inflasi sebesar 0,72 persen (mtm), meningkat dibandingkan Februari yang sebesar 0,60 persen.

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Kaltim berada di level 3,31 persen, dengan inflasi tahun berjalan (year to date/ytd) sebesar 1,37 persen. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).

Peningkatan inflasi terutama dipicu naiknya permintaan selama HBKN, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

3. Kelompok transportasi dalam menyumbang inflasi di Kaltim

Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)
Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)

Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 1,74 persen (mtm) dengan andil 0,52 persen terhadap inflasi bulanan.

Selain itu, kelompok transportasi juga turut menyumbang inflasi sebesar 0,88 persen (mtm) dengan andil 0,11 persen. Kenaikan ini dipengaruhi meningkatnya mobilitas masyarakat dan tingginya permintaan angkutan udara, yang tercermin dari okupansi penerbangan serta cepat terserapnya penerbangan tambahan (extra flight).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Mahasiswa UINSI Minta Gratispol Dilanjutkan, Tanpa Ini Kuliah Terancam

09 Apr 2026, 04:00 WIBNews