Di Tengah Efisiensi Anggaran, Neneng Dilantik Jadi Sekda Samarinda

Samarinda, IDN Times - Pelantikan Neneng Chamelia Shanti sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda resmi dilakukan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, di rumah jabatan. Momen ini menjadi titik awal bagi Neneng dalam mengemban tanggung jawab besar di tengah tekanan efisiensi anggaran dan kondisi fiskal daerah yang menantang.
Dalam pernyataannya, Neneng menegaskan bahwa jabatan yang diembannya tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama keterbatasan anggaran yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan program pembangunan.
“Ini amanah yang berat, apalagi di kondisi seperti sekarang. Kita menghadapi efisiensi dan kondisi fiskal yang kurang menguntungkan. Tapi ini harus kita hadapi bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).
1. Menjaga stabilitas kinerja pemerintah daerah

Meski demikian, Neneng tetap optimistis mampu menjaga stabilitas kinerja pemerintahan melalui penguatan koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saya mohon dukungan semua pihak. Kita harus bersama-sama keluar dari kondisi ini dan memastikan kegiatan tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan Sekda telah melalui tahapan seleksi berbasis sistem merit, mulai dari pemetaan kompetensi hingga tahapan wawancara bersama tim penguji dan kepala daerah.
“Prosesnya melalui sistem, dimulai dari pemetaan, kemudian wawancara dengan tim penguji, hingga wawancara dengan Pak Wali,” jelasnya.
2. Dasar pengalaman sebagai Inspektorat di Pemkot Samarinda

Pengalaman Neneng sebelumnya sebagai Inspektur dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya. Dari posisi tersebut, ia mengaku telah memahami berbagai persoalan mendasar di lingkungan pemerintahan.
“Pengalaman di Inspektorat memberi keuntungan karena kita bisa melihat permasalahan secara menyeluruh di seluruh OPD. Jadi sudah bisa memetakan persoalan dan langkah perbaikannya,” katanya.
Selain itu, pengalamannya berkoordinasi dengan lembaga pengawasan seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menjadi bekal dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Kami sering berkoordinasi dengan BPK, Kejaksaan, dan KPK. Itu menjadi bekal untuk menjalankan tugas sebagai Sekda ke depan,” tambahnya.
3. Peningkatan layanan publik di Samarinda

Dengan latar belakang dan pengalaman tersebut, Neneng menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan publik dan memastikan program pembangunan tetap berjalan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
“Kondisi ini bukan untuk kita hindari, tetapi harus kita hadapi bersama. Insya Allah dengan kebersamaan, kita bisa melewati tantangan ini,” pungkasnya.


















