Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Pontianak Keruk Parit demi Atasi Banjir
Pemkot Pontianak turunkan eskavator amfibi. (IDN Times/Istimewa).
  • Pemkot Pontianak melakukan pengerukan parit, normalisasi drainase, dan penggantian jembatan untuk memperlancar aliran air akibat banjir yang dipicu hujan deras dan rob tinggi.
  • Dua unit pompa tambahan disiapkan guna mempercepat pembuangan genangan di kawasan rawan banjir, termasuk pembenahan saluran di Parit Tokaya agar aliran air lebih lancar.
  • Penanganan banjir dijalankan berdasarkan master plan berkelanjutan dengan kolaborasi antara Pemkot Pontianak, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Kementerian PUPR, dan Pemprov Kalbar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pontianak, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bergerak cepat menangani banjir dan genangan yang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras yang disertai pasang air sungai atau rob. Berbagai langkah strategis terus dilakukan, mulai dari pengerukan parit, normalisasi saluran drainase, penggantian jembatan yang menghambat aliran air, hingga penambahan pompa untuk mempercepat pembuangan genangan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung lebih dari tiga jam. Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena rob yang masih mencapai ketinggian sekitar dua meter, sehingga menghambat aliran air menuju sungai.

1. Keruk parit hingga pembenahan drainase

Pemkot Pontianak atasi banjir dengan pengerukan parit. (IDN Times/istimewa).

Meski demikian, Pemkot Pontianak terus mengintensifkan berbagai upaya penanganan agar genangan dapat lebih cepat surut dan risiko banjir semakin berkurang.

“Upaya kita tetap meningkatkan fungsi parit-parit yang ada melalui pengerukan dan penurapan, termasuk parit-parit besar,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Menurut Edi, pembenahan sistem drainase menjadi salah satu fokus utama. Saluran-saluran air yang mengalami pendangkalan terus dinormalisasi agar mampu menampung dan mengalirkan debit air lebih optimal saat hujan deras.

2. Upaya lain yang dilakukan untuk atasi banjir

Suasana banjir di Kota Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Selain itu, Pemkot juga memperkuat program pompanisasi dengan menambah dua unit pompa air untuk membantu mempercepat pembuangan genangan di kawasan yang rawan terdampak banjir.

Tak hanya itu, sejumlah infrastruktur yang dinilai menghambat aliran air juga mulai dibenahi. Salah satunya melalui rencana penggantian jembatan-jembatan yang selama ini mempersempit aliran menuju Sungai Kapuas.

“Jembatan-jembatan yang menghambat percepatan aliran air akan kita ganti. Ini bagian dari upaya memperlancar aliran menuju Sungai Kapuas,” kata Edi.

Kawasan Parit Tokaya menjadi salah satu titik perhatian karena memiliki daerah tangkapan air yang cukup luas. Untuk itu, Pemkot akan menghubungkan saluran-saluran yang ada agar aliran air lebih lancar dan tidak menumpuk di satu kawasan.

3. Gandeng Balai Wilayah Sungai Kalimantan I

Kota Pontianak saat dilanda banjir. (IDN Times/istimewa).

Edi menegaskan, penanganan banjir di Pontianak tidak dilakukan secara parsial. Pemkot telah menyiapkan master plan penanggulangan banjir yang dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot juga menggandeng Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memperkuat langkah penanganan.

Dengan kombinasi pengerukan parit, normalisasi drainase, pompanisasi, penataan infrastruktur, serta kolaborasi lintas instansi, Pemkot Pontianak berharap persoalan banjir yang selama ini menjadi tantangan kota dapat terus ditekan.

“Penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah kota, tetapi perlu dukungan provinsi dan pemerintah pusat. Karena itu koordinasi terus kita lakukan agar program penanganan berjalan maksimal,” tukasnya.

Editorial Team

Related Article