Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Petani di Kukar Diminta Penuhi Pasokan Pangan untuk Warga IKN
Ilustrasi petani perempuan. (IDN Times/Yuko Utami)

Tenggarong, IDN Times - Sekretaris Kabupaten Kutai Kartanegara (Sekkab Kukar) Sunggono mengingatkan para petani setempat untuk meningkatkan produksi pangan guna memenuhi kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang memerlukan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terus mendorong percepatan produksi pertanian melalui berbagai bentuk dukungan, termasuk bantuan sarana dan prasarana serta pembangunan infrastruktur pertanian. Petani harus semangat meningkatkan produksinya," kata Sunggono diberitakan Antara di Tenggarong, Senin (21/10/2024).

1. Bantuan alat pertanian untuk petani

Ilustrasi petani (commons.wikimedia/CEphoto, Uwe Aranas)

Pemkab Kukar telah memberikan berbagai bantuan kepada kelompok tani, di antaranya alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, hand traktor, combine harvester, cultivator, excavator mini, rumah kaca (greenhouse), mesin pompa air, serta sarana produksi pertanian (saprodi) lainnya.

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini menjadi produsen padi terbesar di Kalimantan Timur. Pada 2023, total produksi gabah kering giling (GKG) di Kalimantan Timur mencapai 226.972,07 ton, dengan Kukar menyumbang 115.103,82 ton. Sisa produksi berasal dari sembilan kabupaten/kota lainnya di provinsi tersebut.

2. Masyarakat Kaltim masih mengimpor produksi pangan

Petani memegang padi (Freepik)

Meskipun Kukar dikenal sebagai lumbung pangan, Kalimantan Timur secara umum masih mengimpor beras dari luar daerah. Dengan adanya IKN, diperkirakan jumlah penduduk akan meningkat signifikan, sehingga kebutuhan pangan juga akan melonjak. Oleh karena itu, petani Kukar diimbau untuk terus meningkatkan produksi guna memastikan pasokan pangan tetap terjaga.

Dalam pertemuan di Balai Pertemuan Umum Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, dua hari sebelumnya, Sunggono juga menegaskan pentingnya petani lokal untuk menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan peluang ini.

3. Petani di Kukar jangan hanya menjadi penonton

Petani di Lombok Barat, NTB, sedang menanam padi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sunggono mengingatkan kepada para petani di Kukar agar bukan hanya menjadi penonton dalam pembangunan IKN. Menurutnya, petani di Kukar harus bisa memanfaatkan momentum masifnya pembangunan di IKN.

"Dengan banyaknya penduduk baru di IKN, kebutuhan pangan dari berbagai sektor seperti sawah, ladang, perkebunan, dan hortikultura akan meningkat. Kukar harus bisa menjadi lumbung pangan bagi IKN," ujarnya.

Selain itu, pertemuan di Desa Semayang tersebut juga membahas pengelolaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B).

Editorial Team

Related Article