Sukono menjelaskan, jalur jaringan pipa transmisi air baku IPAM Kampung Damai adalah jantung produksi yang menghasilkan air bersih dan merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan masyarakat Kota Balikpapan.
Jalur pipa ini memiliki panjang mencapai 15 kilometer sehingga tidak mudah untuk menjaga dan merawatnya ditambah usia pipa yang cukup lama dan lokasi penanaman pipa yang berada di dalam hutan serta melewati jalan utama di sepanjang jalur MT. Haryono.
Kejadian kebocoran jalur pipa transmisi tersebut mengakibatkan IPAM Kampung Damai mengalami penurunan kuantitas debit air yang cukup drastis.
Pelanggan yang tinggal di daerah atas dan daerah jauh dari IPAM Kampung Damai terkena dampak kebocoran pipa ini. Apalagi zona wilayah distribusi dari IPAM ini ada beberapa wilayah dengan kontur tanah yang berada di daerah lembah dan perbukitan. Jadi jika biasanya mendapatkan pelayanan air 24 jam, turun di kisaran 12 jam hingga 6 jam
"Memang tidak bisa dipungkiri, dengan Kondisi 80 persen kontur tanah di Kota Balikpapan perbukitan, PDAM mengakui masih adanya pelayanan distribusi air yang belum bisa terlayani selama 24 jam penuh," jelasnya.