Pontianak Diselimuti Asap Pekat, Udara Berbahaya dan Langit Menguning

- Pontianak dilanda kabut asap karhutla pekat selama dua hari, dengan Indeks Kualitas Udara kategori berbahaya mencapai 1.000–2.000 PM2.5 dan langit menguning kusam.
- Kalbar mencatat 223 titik panas pada 11 September 2026, turun dari ribuan titik sebelumnya. Namun, kebakaran lahan gambut masih memicu asap karena api dapat hidup kembali.
- Kabut asap menghambat operasi water bombing helikopter BNPB dan TNI selama sekitar lima hari, sementara warga Pontianak juga mengeluhkan air PDAM yang masih sangat asin.
Pontianak, IDN Times - Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat.
Sudah dua hari terakhir, Indeks Kualitas Udara di Pontianak masuk dalam kategori berbahaya, mencapai angka maksimum yakni 1.000 hingga 2.000 PM2.5.
Pekatnya kabut asap membuat kualitas udara ikut memburuk, kualitas udara berbahaya tersebut terjadi selama 24 jam 2 hari terakhir. Langit Pontianak pun berubah jadi berwarna kuning kusam.
1. Titik panas di angka 200

Warga masih padati jalanan saat kabut asap. (IDN Times/Teri). Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel menuturkan, data per tanggal 11 September 2026, titik panas dengan konsentrasi tinggi di Kalbar berada di angka 223.
Jumlah titik panas ini berkurang dari angka sebelumnya yang berkisar ribuan. Walaupun titik panas berkurang jauh, namun kabut asap karhutla masih sangat pekat.
“Asap masih mengepul karena kebakaran ini terjadi di lahan gambut sehingga api di permukaan yang sudah padam, hidup kembali atau mengeluarkan asap,” sebut Daniel, Minggu (13/9/2026).
2. Air PDAM makin asin

Suasana jalan protokol saat kabut asap. (IDN Times/Teri). Kualitas air PDAM Kota Pontianak masih terpantau sangat asin. Pihak Pemkot Pontianak bersama PDAM masih berupaya berkoordinasi untuk mengatasi hal tersebut.
Air asin ini pun masih dikeluhkan oleh warga Pontianak, salah satunya warga Pontianak, Meri menuturkan, air PDAM masih sangat asin, untuk mandi pun berasa tak bersih.
“Untuk mandi badan masih lengket, ngepel rumah juga tetap masih kotor, bayar PDAM juga masih normal gak ada keringanan atau diskon,” sebutnya.
3. Jarak pandang bikin hambat water bombing dan OMC

Kualitas udara di Pontianak masuk kategori berbahaya. (IDN Times/Teri). Daniel mengatakan helikopter BNPB dan TNI sudah sekitar lima hari tidak dapat melakukan operasi water bombing (WB) secara maksimal akibat kondisi cuaca dan jarak pandang yang terganggu kabut asap.
“Untuk helikopter BNPB dan TNI, sudah kurang lebih lima hari ini tidak bisa melakukan WB secara maksimal,” ujar Daniel.
Daniel menjelaskan, dalam kondisi tertentu helikopter masih dapat melakukan operasi selama satu hingga dua jam apabila tingkat kelayakan penerbangan atau feasibility memungkinkan.
Namun, selama kabut asap pekat terjadi, operasi water bombing tidak dapat dilakukan secara penuh.
“Kalau visibility-nya bagus, mereka melakukan walaupun hanya satu-dua jam. Itu yang saya katakan tidak maksimal. Tapi yang betul-betul total tidak melaksanakan ini ya antara lima hari ini selama kabut pekat,” tukasnya.



















