Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wapres Gibran Tinjau Lokasi Karhutla di Sungai Malaya, Kalbar

Kota Pontianak
Wapres Gibran Tinjau Lokasi Karhutla di Sungai Malaya, Kalbar
Wapres Gibran turun ke lokasi karhutla di Kalbar. (IDN Times/istimewa).
  • Wapres Gibran meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Malaya, Kubu Raya, bersama Gubernur Ria Norsan, serta berdialog dengan petugas, relawan, dan warga.
  • Sedikitnya empat titik kebakaran terdeteksi, dengan satu kobaran besar; sekitar 45 KK berada di sekitar lokasi, sehingga pemadaman tuntas dan keselamatan warga diprioritaskan.
  • Lahan terbakar di Kalbar Januari–Juli 2026 mencapai 38.310,86 hektare; penanganan dilakukan lewat operasi darat-udara, pencegahan, serta bantuan air bersih, masker, dan layanan kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kubu Raya, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka turun langsung ke titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Kamis (10/9/2026) malam.

Didampingi Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan dan jajaran Forkopimda Kalbar, Gibran melihat langsung kondisi lahan yang terbakar sekaligus proses pemadaman yang dilakukan tim gabungan.

Di lokasi, sejumlah petugas masih berjibaku memadamkan api menggunakan pompa dan selang. Gibran juga berdialog dengan petugas, relawan, serta masyarakat untuk mengetahui kondisi dan kendala yang dihadapi selama proses pemadaman.

  1. 1. Kobaran api masih besar di daerah tersebut

    c7997eaa-ed2e-4a70-9b7b-fe3034a22eb3.jpeg
    Api masih mengganas di Kubu Raya, Kalbar. (IDN Times/istimewa).

    Gubernur Norsan mengatakan sedikitnya terdapat empat titik kebakaran di kawasan tersebut. Salah satunya memiliki kobaran api yang cukup besar.

    Norsan meminta petugas tidak meninggalkan lokasi begitu api terlihat padam. Menurutnya, proses pemadaman harus dilakukan hingga benar-benar tuntas untuk mencegah api kembali muncul.

    “Kita minta pemadaman dilakukan sampai tuntas. Jangan sampai sudah dipadamkan, kemudian muncul api lagi,” tegas Norsan.

    Sekitar 45 kepala keluarga (KK) berada di sekitar lokasi karhutla. Kondisi tersebut membuat keselamatan warga menjadi perhatian utama pemerintah dalam penanganan kebakaran.

  2. 2. Bantuan distribusi air bersih, masker, hingga layanan kesehatan

    c3eb98a1-299b-47ae-9855-eec74d58865b.jpeg
    Wapres Gibran dan Menhut Raja Juli tinjau lokasi karhutla di Kubu Raya. (IDN Times/istimewa).

    Selain melakukan pemadaman, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak, mulai dari distribusi air bersih dan masker hingga layanan kesehatan.

    Norsan menyampaikan apresiasi atas kedatangan Gibran yang melihat langsung kondisi karhutla di Kalbar. Ia menilai kehadiran Wapres menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalbar.

    “Kami atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kalimantan Barat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden yang telah hadir langsung melihat kondisi karhutla di Kalbar,” katanya.

    Menurut Norsan, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran relawan, mahasiswa, organisasi masyarakat, masyarakat peduli api, hingga unsur lainnya juga dibutuhkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

    “Gotong royong seperti ini yang kita butuhkan. Pemerintah hadir, tetapi dukungan dan kepedulian masyarakat juga sangat menentukan dalam menghadapi karhutla,” ujarnya.

  3. 3. Penanganan karhutla lewat darat dan udara

    e5433be5-ddb2-4831-a875-bf4155b4af82.jpeg
    Relawan pemadam karhutla di Kubu Raya. (IDN Times/istimewa).

    Data penanganan karhutla mencatat luas lahan terbakar di Kalimantan Barat sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai sekitar 38.310,86 hektare.

    Pemerintah pun terus memperkuat penanganan melalui operasi darat dan udara. Upaya tersebut meliputi patroli, pemadaman dari udara dengan water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan bersama pemerintah pusat dan BMKG.

    Satgas darat yang diterjunkan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Manggala Agni, DLHK, personel BKO, Masyarakat Peduli Api, serta pihak perusahaan.

    Di lapangan, petugas masih menghadapi berbagai kendala, seperti terbatasnya sumber air, lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, kemampuan pompa, serta jarak pandang yang dapat menghambat operasi udara.

    Norsan menegaskan penanganan karhutla di Kalbar saat ini tidak hanya berfokus pada pemadaman. Pemerintah juga memperkuat upaya pencegahan serta penanganan dampak yang dirasakan masyarakat.

    Pencegahan dilakukan melalui patroli, sosialisasi larangan membakar lahan dan penegakan hukum. Sementara dampak asap ditangani dengan penyediaan air bersih, pembagian masker, serta layanan kesehatan bagi warga.

    Usai meninjau lokasi karhutla di Sungai Malaya, Gibran bersama rombongan bertolak menuju Bandara Supadio Pontianak untuk melanjutkan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More