Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pontianak Dikepung Kabut Asap, Kualitas Udara Capai Level Berbahaya

Kota Pontianak
Pontianak Dikepung Kabut Asap, Kualitas Udara Capai Level Berbahaya
Kabut asap masih menyelimuti Pontianak. (IDN Times/Teri).
  • Kualitas udara Pontianak masuk kategori berbahaya pada Sabtu siang, dengan AQI 1.368 dan konsentrasi PM2.5 mencapai 761 µg/m³.
  • Kabut asap semakin pekat, termasuk pada tengah hari, membuat warga khawatir mengalami gangguan kesehatan seperti sesak napas.
  • Konsentrasi PM2.5 sekitar 51 kali pedoman WHO; suhu 38°C, kelembapan 34 persen, dan angin lemah berpotensi menahan polutan lebih lama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Kualitas udara di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berada pada kategori berbahaya berdasarkan pemantauan IQAir, Sabtu (12/9/2026) siang.

Pada pukul 12.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pontianak tercatat mencapai 1.368. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 761 µg/m³.

  1. 1. Kabut asap di Pontianak makin pekat

    antarafoto-jepang-kirim-heli-chinook-untuk-karhutla-kalimantan-1789205547.jpg
    Sejumlah personel militer Jepang berdiri di sekitar helikopter CH-47 Chinook di kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (11/9/2026). ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/nz

    Kondisi tersebut membuat kabut asap di Pontianak semakin pekat. Warga pun mengaku khawatir dengan dampaknya terhadap kesehatan.

    "Hari ini udara makin parah, kabut asap makin pekat," ujar seorang warga Pontianak, Darson dilaporkan Antara, Sabtu.

    Menurut Darson, kabut asap terlihat sangat tebal meski kondisi tersebut terjadi pada tengah hari. Ia menyebut kondisi pada pagi hari bahkan terasa lebih buruk.

    "Berharap kondisi ini segera berakhir. Pasalnya bisa bikin sesak," katanya.

  2. 2. Kualitas udara di Pontianak makin bahaya

    IMG_1873.jpeg
    Kabut asap akibat karhutla masih tebal di Pontianak. (IDN Times/Teri).

    Kondisi kualitas udara Pontianak menjadi perhatian karena konsentrasi PM2.5 yang terdeteksi jauh melampaui pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    WHO menetapkan pedoman konsentrasi PM2.5 rata-rata 24 jam sebesar 15 µg/m³. Dengan konsentrasi mencapai 761 µg/m³, angka tersebut sekitar 51 kali lipat dari pedoman WHO.

    Paparan PM2.5 dapat berdampak serius terhadap kesehatan. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

  3. 3. Cuaca di Pontianak juga panas

    IMG_2016.jpeg
    Suasana kabut asap di Pontianak. (IDN Times/Teri).

    Saat pengukuran dilakukan, suhu udara di Pontianak tercatat mencapai 38 derajat Celsius, dengan kelembapan sekitar 34 persen. Sementara itu, kecepatan angin hanya sekitar 5 kilometer per jam.

    Kombinasi suhu tinggi, kelembapan relatif rendah, dan pergerakan angin yang tidak terlalu kuat berpotensi membuat polutan bertahan lebih lama di udara.

    Meski demikian, kondisi cuaca tersebut tidak dapat dijadikan bukti tunggal sebagai penyebab tingginya konsentrasi PM2.5. Diperlukan data tambahan terkait sumber emisi dan kondisi atmosfer untuk memastikan faktor penyebabnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More