Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tak Cukup Sekali Dipadamkan, OIKN Pantau Titik Karhutla dari Udara

Kab. Penajam Paser Utara
Tak Cukup Sekali Dipadamkan, OIKN Pantau Titik Karhutla dari Udara
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Ibukota Nusantara, Kamis (3/9/2026). Foto OIKN
  • OIKN bersama TNI, Polri, BMKG, BNPB, dan BIN memperkuat pemantauan udara untuk mencegah titik api baru di sekitar IKN serta memastikan lokasi padam benar-benar aman.
  • Di KM 31 Tol Balikpapan-Samarinda, asap sudah tak terlihat, tetapi asap kembali muncul di Wonotirto dan terdeteksi di Muara Jawa, menegaskan karhutla bersifat dinamis.
  • Patroli Helikopter Caracal menyasar sejumlah kawasan rawan, didukung data lintas instansi, operasi darat-udara, serta pembasahan lokasi untuk menekan risiko kebakaran susulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nusantara, IDN Times - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama TNI, Polri, BMKG, BNPB, dan BIN memperkuat pemantauan udara untuk memastikan kawasan sekitar IKN terbebas dari titik api baru. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, mengatakan patroli udara dilakukan untuk memastikan lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan.

"Patroli udara dilakukan untuk memastikan lokasi yang sebelumnya telah ditangani melalui pemadaman dari darat maupun udara, termasuk operasi water bombing, benar-benar padam," ujar Danis dilaporkan Antara di Nusantara, Jumat (11/9/2026).

  1. 1. Asap karhutla suda tidak terlihat

    WhatsApp Image 2026-09-06 at 10.21.09 (1).jpeg
    Otorita Ibukota Nusantara (OIKN) menemukan bekas sisa tebangan pohon di kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Bukit Tengkorak kawassan IKN, Kamis (3/9/2026). Foto OIKN

    Dari hasil pemantauan, kawasan KM 31 Tol Balikpapan-Samarinda kini sudah tidak terlihat asap. Namun, kondisi berbeda ditemukan di Wonotirto. Lokasi yang sebelumnya dinyatakan padam kembali menunjukkan kemunculan asap.

    "Di Kecamatan Muara Jawa juga terlihat ada asap baru. Rata-rata sifat kebakaran ini dinamis. Bila sudah tidak ada asap, bukan berarti itu selesai," kata Danis.

    Pemantauan udara mulai dilakukan menggunakan Helikopter Caracal H225M yang diberangkatkan dari Lanud TNI AU Dhomber, Sepinggan, Balikpapan, pada Kamis (10/9).

  2. 2. Patroli kawasan rawan karhutla

    2.jpeg
    Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan IKN dengan water booming pesawat helikopter TNI AU, Kamis (3/9/2026). Foto OIKN

    Patroli menyasar sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Di antaranya KM 31 Tol Balikpapan-Samarinda, Wonotirto, Muara Jawa, hingga Bukit Tengkorak 1 yang berada di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.

    Danis menjelaskan, karakter karhutla yang dinamis membuat pemantauan tidak cukup dilakukan setelah api berhasil dipadamkan. Kemunculan asap kembali dapat menjadi tanda masih adanya bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran.

    Karena itu, OIKN bersama unsur terkait melakukan pemantauan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan data dari berbagai instansi. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan, baik melalui operasi udara maupun pengerahan personel di darat.

    "Kami secara kontinu melakukan monitoring, pengamatan, dan tindakan. Berdasarkan data monitoring, ada yang bisa dilakukan dari sisi udara dan darat. Ini yang harus diupayakan, jangan sampai ada titik-titik baru," ujarnya.

  3. 3. Lokasi rawan karhutla dibasahi

    1.jpeg
    Otorita Ibukota Nusantara (OIKN) menemukan bekas sisa tebangan pohon di kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Bukit Tengkorak kawassan IKN, Kamis (3/9/2026). Foto OIKN

    Selain melakukan pemadaman, tim juga melakukan pembasahan di lokasi yang dinilai masih memiliki potensi munculnya kembali api.

    Upaya tersebut dilakukan untuk menekan risiko kebakaran susulan sekaligus memastikan kawasan IKN tetap aman dan terkendali di tengah kondisi karhutla yang masih dinamis.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More