Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla di Sepaku Bakar 20 Hektare, Bara Api Masih Mengintai

Kab. Penajam Paser Utara
Karhutla di Sepaku Bakar 20 Hektare, Bara Api Masih Mengintai
Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di deliniasi atau perbatasan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom
  • Karhutla di Gunung Tingkat, Desa Tengin Baru, Sepaku, Penajam Paser Utara, membakar sekitar 20 hektare lahan mineral, gambut tipis, semak, dan pepohonan.
  • Tim gabungan BPBD PPU bersama aparat, instansi, dan perusahaan memadamkan api sejak Jumat hingga malam menggunakan pompa, mesin portabel, mobil pemadam, serta kendaraan operasional.
  • Meski api dipadamkan, sejumlah bara dan titik api masih ditemukan; tim melanjutkan pengecekan serta pendinginan pada Sabtu, sementara penyebab kebakaran diselidiki polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Penajam, IDN Times – Tim gabungan yang dikoordinasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Tingkat, Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku.

Karhutla yang terjadi di Jalan Loa Haur tersebut membakar lahan seluas sekitar 20 hektare. Api pertama kali dilaporkan ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.40 WITA.

"Sedangkan berdasarkan keterangan saksi, api terlihat mulai berkobar sejak sekitar pukul 14.00 WITA," ujar Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila dilaporkan Antara, di Penajam, Sabtu (12/9/2026).

  1. 1. Lokasi kebakaran di wilayah PPU

    antarafoto-pantauan-udara-karhutla-deliniasi-ikn-1789219190.jpg
    Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di deliniasi atau perbatasan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom.

    Nurlaila menjelaskan, lokasi kebakaran berada di Desa Tengin Baru pada koordinat 0,844675° Lintang Selatan dan 116,863889° Bujur Timur. Material yang terbakar berupa lahan mineral dan gambut tipis, serta semak belukar dan pepohonan.

    Begitu menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait. Pemadaman dilakukan secara manual dengan dukungan penyemprotan air menggunakan pompa punggung, mesin portabel, serta peralatan pendukung lainnya.

    Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WITA. Setelah itu, tim kembali ke pos masing-masing.

  2. 2. Proses pemadaman api karhutla

    antarafoto-pemadaman-karhutla-di-sepinggan-1789219474.jpg
    Prajurit TNI AU menarik slang saat melakukan proses pendinginan kebakaran lahan di kawasan Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). . ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom.

    Namun, upaya penanganan tidak berhenti. Pada Sabtu pagi, tim kembali mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

    Penanganan karhutla melibatkan BPBD PPU, Koramil Sepaku, Polsek Sepaku, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Brigade Karlabun Dinas Pertanian, DPKP Pos Sepaku, serta PT Agro Indomas.

    Sejumlah sarana juga dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman, mulai dari mobil pemadam, mesin portabel, mobil operasional, hingga sepeda motor trail untuk memperluas jangkauan tim menuju titik api.

    Kapolsek Sepaku dan Kepala Pelaksana BPBD PPU turut melakukan pengawasan langsung terhadap proses penanganan di lapangan.

  3. 3. Pemadaman api dilakukan pendinginan

    antarafoto-pemadaman-karhutla-di-sepinggan-1789219855.jpg
    Prajurit TNI AU melakukan proses pendinginan kebakaran lahan di kawasan Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom.

    Meski api telah berhasil dipadamkan, tim masih menemukan sejumlah titik api dan bara yang berpotensi kembali berkobar.

    Penanganan secara menyeluruh belum dapat dilakukan pada malam hari karena keterbatasan jangkauan dan jarak pandang di lokasi.

    "Oleh karena itu, hari ini tim kembali melakukan pengecekan dan pendinginan menyeluruh mulai pagi, guna memastikan tidak ada lagi potensi kebakaran yang muncul kembali," kata Nurlaila.

    Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.

    BPBD PPU mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, terutama terhadap potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More