Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Produksi Minyak Nasional Ditargetkan 1 Juta Barel per Hari, Ini Peran Kaltim
Area wilayah kerja migas Blok Mahakam di Samboja Kutai Kartanegara Kaltim. Foto istimewa
  • Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan sinergi pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS untuk mendukung swasembada energi serta kenaikan produksi minyak nasional.

  • Target produksi minyak nasional 2026 sebesar 610 ribu barel per hari, lalu ditingkatkan menjadi 1 juta barel per hari pada 2028–2029.

  • Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten dan kota akan memfasilitasi perizinan serta lahan eksplorasi, sambil mendorong manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi migas nasional dan mewujudkan swasembada energi.

Komitmen tersebut disampaikan Rudy saat menjadi pembicara kunci dalam Upstream Oil & Gas Executive Meeting Wilayah Kalimantan dan Sulawesi 2026 di Hotel Pullman Bandung Grand Central, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kalimantan dan Sulawesi itu mengangkat tema sinergi industri hulu migas dan pemangku kepentingan daerah menuju swasembada energi.

1. Penghargaan sudah diterima Gubernur Kaltim

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menerima penghargaan atas dukungan dan kolaborasi Pemerintah Provinsi Kaltim dalam pengembangan industri hulu migas.

Gubernur mengatakan, kerja sama antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS diperlukan untuk mendukung pencapaian target produksi minyak nasional.

“Pertama, kita wajib membangun sinergi antara kegiatan usaha hulu migas, KKKS, serta pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan agar kita bisa mencapai swasembada energi,” ujarnya dikutip dari akun IG Pemprov Kaltim.

Rudy menyebutkan, target produksi minyak nasional pada 2026 mencapai 610 ribu barel per hari. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 1 juta barel per hari pada 2028–2029.

2. Dukungan pemda dalam proyek migas daerah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Balikpapan, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)

Untuk mendukung target itu, Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten dan kota berkomitmen mendukung program pemerintah pusat, termasuk melalui fasilitasi perizinan dan penyediaan lahan untuk kegiatan eksplorasi migas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, mendukung sepenuhnya program pemerintah pusat, terutama terkait perizinan dan area lahan yang dibutuhkan untuk kegiatan eksplorasi,” tegasnya.

Meski mendorong peningkatan produksi, Rudy mengingatkan agar pengembangan industri hulu migas juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

3. Peningkatan perekonomian daerah

Industri pengolahan minyak mentah jadi BBM di Kilang Pertamina Balikpapan Kalimantan Timur, Jumat (25/9/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)

Menurutnya, aktivitas KKKS di Kaltim diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang bagi masyarakat lokal, serta meningkatkan kesejahteraan warga.

“Yang tidak kalah penting, kami berharap kegiatan KKKS memberikan dampak yang signifikan, terutama bagi masyarakat setempat. Kami juga berharap pengelolaan sumber daya daerah dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” kata Rudy.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS, pengembangan industri hulu migas di Kaltim diharapkan dapat berjalan optimal. Selain mendukung target produksi nasional, sinergi tersebut diharapkan memastikan pemanfaatan sumber daya alam turut memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah dan masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article