Puluhan Pelajar di PPU Tumbang usai Santap MBG, Polisi Turun Tangan

Penajam, IDN Times - Dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, masuk tahap penyelidikan. Aparat kepolisian bersama instansi terkait mendalami penyebab pasti insiden yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) tersebut.
Kapolres PPU AKBP Alek Andreas Danantara menegaskan, proses hukum akan ditempuh apabila ditemukan unsur kesengajaan maupun kelalaian dalam kasus tersebut.
“Apabila dalam pengembangan ditemukan ada unsur kesengajaan atau kelalaian, maka proses hukum akan dilakukan,” ujar Alek diberitakan Antara di Penajam, Minggu (15/2/2026).
1. Belum ditemukan unsur membahayakan nyawa

Ia menambahkan, hingga kini belum dapat disimpulkan adanya unsur yang membahayakan nyawa. Namun, proses penyelidikan tetap berjalan guna memastikan duduk perkara kejadian tersebut.
Sebanyak 25 peserta didik dilaporkan mendapat penanganan medis di Puskesmas Waru setelah mengalami gejala seperti sakit perut, muntah-muntah, hingga sesak napas. Gejala itu muncul diduga setelah mereka mengonsumsi menu MBG.
2. Tim gabungan sedang dalam penyelidikan

Tim gabungan dari Polres Penajam Paser Utara, Pemerintah Kabupaten PPU, dan Dinas Kesehatan setempat telah turun ke lokasi tak lama setelah laporan diterima.
Seluruh sampel makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian telah diamankan untuk diuji di laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten PPU.
3. Penyebab keracunan menu MBG ditelusuri

Uji tersebut dilakukan guna memastikan penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa penerima manfaat program MBG.
Menu MBG tersebut diketahui disalurkan oleh SPPG Kecamatan Waru yang dikelola Yayasan Bakti Benuo Taka.


















