Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Saat Kemarau Mengering, PMI Kalbar Andalkan Air Danau untuk Warga
PMI Kalbar sulap air danau jadi air bersih. (IDN Times/istimewa).
  • PMI Kalbar memanfaatkan air danau di TMP Patria Jaya, Kubu Raya, sebagai sumber alternatif saat debit air pegunungan menurun atau berhenti selama kemarau.
  • Melalui instalasi AP81, air danau keruh diolah hingga menghasilkan sekitar 4.000 liter per jam atau 32 ribu liter per hari, dengan penampungan 50 ribu liter.
  • PMI Kalbar meminta warga memasak air sebelum dikonsumsi untuk mengantisipasi kontaminasi; sebelumnya, PMI telah menyalurkan sekitar 1,4 juta liter air bersih ke tujuh wilayah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kubu Raya, IDN Times - Danau di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Patria Jaya, Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) kini dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat mengolah air danau tersebut menggunakan instalasi water treatment plant yang diberi nama Air Penawar 81 (AP81).

Air hasil pengolahan nantinya disiapkan untuk mendukung distribusi air bersih kepada warga yang membutuhkan.

Inovasi ini dilakukan di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas akibat kemarau. Sebelumnya, PMI Kalbar mengandalkan air dari sumber pegunungan untuk memenuhi kebutuhan distribusi.

1. Tak bisa andalkan debit air pegunungan

Wagub Krisantus tinjau filterisasi air dari PMI. (IDN Times/istimewa).

Kepala Markas PMI Provinsi Kalbar, Veri Budiman, mengatakan sumber air pegunungan tidak selalu bisa diandalkan karena debitnya dapat menurun bahkan berhenti mengalir ketika kondisi kemarau berlangsung panjang.

“Jadi kami mencoba mencari sumber air terbarukan. Kalau sumber air pegunungan habis atau tidak mengalir, kita mau ke mana? Karena itu kami mencoba berinovasi menggunakan danau sebagai salah satu sumber air bersih,” kata Veri, Selasa (22/9/2026).

Air danau yang awalnya keruh dan banyak mengandung lumpur diproses melalui instalasi AP81. Dari pengolahan tersebut, PMI menyebut air yang dihasilkan memiliki pH sekitar 7 dan tingkat kekeruhan (turbidity) sekitar 1.

Menurut Veri, instalasi tersebut mampu mengolah sekitar 4.000 liter air per jam. Jika mesin dioperasikan secara optimal selama delapan jam, produksi dapat mencapai sekitar 32 ribu liter air bersih per hari.

“Kalau proses sampai air bisa layak digunakan, satu jam kami bisa memproduksi 4.000 liter. Target kami delapan jam per hari, jadi sekitar 32 ribu liter per hari,” ujarnya.

2. Minta warga dimasak dulu sebelum dikonsumsi

PMI salurkan air bersih ke warga. (IDN Times/istimewa).

PMI Kalbar juga telah menyiapkan tempat penampungan dengan kapasitas hingga 50 ribu liter. Namun, kapasitas produksi saat ini masih mengikuti kemampuan mesin yang tersedia.

Veri mengatakan pemanfaatan danau sebagai sumber air ini merupakan langkah perdana PMI Kalbar. Sebelum didistribusikan, air terlebih dahulu melalui proses pengolahan dan pemeriksaan terhadap sejumlah parameter.

Meski telah melalui pengolahan, masyarakat tetap diminta memasak air sebelum menggunakannya untuk konsumsi. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan kontaminasi dari peralatan maupun wadah penampungan.

“Kita tidak tahu, mungkin pada alat atau wadahnya sendiri ada paparan atau kontaminasi. Jadi air seharusnya dimasak terlebih dahulu,” katanya.

3. Telah distribusikan 1,4 juta liter air bersih

PMI ubah air danau jadi air bersih. (IDN Times/istimewa).

Pemanfaatan danau ini sekaligus menjadi upaya PMI memperluas sumber air yang bisa digunakan saat kemarau. Sebelumnya, PMI Kalbar telah mendistribusikan sekitar 1,4 juta liter air bersih ke sejumlah wilayah, di antaranya Kota Pontianak, Kubu Raya, Melawi, Mempawah, Ketapang, Sanggau dan Landak.

Veri mengatakan instalasi AP81 dirakit secara mandiri oleh PMI Kalbar dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran. Ke depan, kapasitas produksi diharapkan dapat ditingkatkan melalui tambahan peralatan dan dukungan mitra.

“Kalau ada lembaga atau CSR perusahaan yang siap membantu kami berkolaborasi, kami sangat siap menerima dan bekerja sama,” tukasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article