Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PLBN Aruk Tutup, Enam Ton Melon dan Semangka Gagal Dikirim ke Malaysia

Kota Balikpapan
3 min read
PLBN Aruk Tutup, Enam Ton Melon dan Semangka Gagal Dikirim ke Malaysia
6 ton melon gagal dikirim ke Malaysia. (IDN Times/istimewa).
  • Penutupan sementara PLBN Aruk sejak 4 November 2026 menghambat perdagangan lintas batas dan membuat Kasim membatalkan pengiriman enam ton melon serta semangka nonbiji ke Malaysia.
  • Untuk mencegah kerugian akibat buah tertahan, pemilik Duta Melon Terbit mengalihkan distribusi ke Pontianak, sementara pemenuhan pesanan buyer di pasar Malaysia tertunda.
  • PLBN Aruk ditutup setelah kericuhan terkait pemeriksaan Bea Cukai; Kasim berharap operasional segera normal agar pelaku usaha perbatasan kembali menjalankan distribusi dan transaksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sambas, IDN Times - Penutupan sementara Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha lokal. Bukan hanya menghambat mobilitas masyarakat, kondisi tersebut juga memutus sementara jalur distribusi perdagangan ke Malaysia.

Salah satu pengusaha yang terdampak adalah Kasim, pemilik usaha Duta Melon Terbit. Ia terpaksa membatalkan pengiriman enam ton buah melon dan semangka nonbiji yang sebelumnya telah disiapkan untuk memenuhi pesanan pasar Malaysia.

  1. 1. 6 ton melon gagal dikirim ke Malaysia

    610e26b5-871e-4de3-bd2b-d7f040f61e50.jpeg
    PLBN Aruk Sambas, Kalimantan Barat. (IDN Times/istimewa).

    Pengiriman tersebut sedianya dilakukan sejak Kamis (5/11/2026). Namun, rencana bisnis itu harus kandas lantaran pelayanan operasional PLBN Aruk tidak berjalan selama tiga hari terakhir.

    Padahal, seluruh komoditas telah dipersiapkan untuk dikirim kepada buyer di pasar buah Malaysia. Penundaan pengiriman pun membuat Kasim harus mengambil keputusan cepat agar buah-buahan tersebut tidak terlalu lama tertahan.

    “Seharusnya sejak kemarin buah sudah dikirim ke Malaysia melalui PLBN Aruk. Ada sekitar enam ton melon dan semangka nonbiji yang sudah kami siapkan untuk buyer di pasar buah Malaysia,” ungkap Kasim, Minggu (8/11/2026).

  2. 2. Hindari kerugian lebih besar, melon dikirim ke Pontianak

    d4d288b6-16da-4770-af14-1f8c6f92ee70.jpeg
    PLBN Aruk Sambas, Kalimantan Barat. (IDN Times/istimewa).

    Untuk menghindari kerugian lebih besar dan menjaga agar hasil usaha tetap tersalurkan, Kasim akhirnya mengalihkan distribusi buah tersebut ke Pontianak. Meski menjadi solusi sementara, pengalihan jalur pengiriman tentu membuat rencana perdagangan yang telah disusun sebelumnya harus berubah. Peluang memenuhi permintaan pasar Malaysia pun terpaksa tertunda.

    Kasim menilai, keberadaan PLBN Aruk memiliki peran strategis bagi pelaku usaha di wilayah perbatasan. Kelancaran operasional pintu lintas batas tersebut bukan sekadar menyangkut perjalanan masyarakat, tetapi juga menjadi penopang aktivitas ekonomi dan perdagangan lintas negara.

  3. 3. Harap operasional PLBN Aruk segera normal

    1ef54644-c9df-49d5-b652-950a27c4e36a.jpeg
    Warga sempat cekcok dengan petugas Bea Cukai karena tak mau diperiksa. (IDN Times/istimewa).

    Ia berharap operasional PLBN Aruk segera kembali normal sehingga para pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan distribusi dan memenuhi permintaan pasar Malaysia tanpa hambatan. Menurutnya, persoalan yang tengah menjadi perhatian publik beberapa hari terakhir perlu segera diselesaikan.

    “Jangan sampai penutupan akses perbatasan berkepanjangan justru membuat pelaku usaha lokal kehilangan kesempatan mengembangkan pasar dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas daerah,” tukasnya.

    Bagi pengusaha seperti Kasim, tertutupnya satu jalur perdagangan bukan hanya persoalan akses jalan, melainkan juga tertundanya transaksi dan peluang bisnis.

  4. 4. Awal mula PLBN Aruk ditutup

    IMG_1443.jpeg
    Sejumlah aparat mengamankan massa yang datang ke PLBN Aruk. (IDN Times/istimewa).

    Tutupnya PLBN Aruk Sambas terjadi sejak Rabu (4/11/2026). Penutupan PLBN tersebut bukan tanpa alasan. PLBN ditutup sementara imbas kericuhan yang terjadi antara warga Bengkayang terhadap petugas Bea Cukai.

    Diduga kericuhan itu terjadi saat petugas hendak melalukan pemeriksaan namun warga tersebut menolak. Hingga akhirnya empat warga tersebut memanggil ratusan massa untuk menggeruduk PLBN Aruk.

    Lima petugas Bea Cukai Aruk sempat dibawa massa ke Bengkayang hingga mereka menyepakati untuk dihukum adat dengan membayar sanksi ratusan juga rupiah. Hingga ini pihak Bea Cukai belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait insiden ini.

    “Saya juga masih menunggu rilis resmi dari Bea Cukai Sintete,” ucap Humas Bea Cukai Bagian Barat, Tommy Pramugia.

Related Articles

See More