SAR Masih Mencari Dua Bocah Tenggelam di Sungai Sangata

Kutai Timur, IDN Times - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dikerahkan untuk mencari dua bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Sangata, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (19/10/2024). Satu anak berhasil selamat, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian.
"Sejauh ini, satu anak berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian," kata Koordinator Basarnas Kutai Timur Aurelius Serta Budi diberitakan Antara.
1. SAR melakukan pencarian setelah ada laporan

Basarnas menerima laporan dari relawan Tagana sekitar pukul 09.00 WITA setelah mendapat informasi dari warga bahwa tiga anak tenggelam. Salah satu korban berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada tiang rumah warga di pinggir sungai.
Berdasarkan keterangan korban selamat bernama Andi, dia bersama dua temannya bermain di sungai sebelum kejadian tragis tersebut. Setelah memperoleh keterangan Andi, Tim SAR gabungan segera menuju lokasi kejadian dan memulai upaya pencarian.
"Langkah awal yang kami lakukan adalah melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, kami menyisir permukaan Sungai Sangata dengan empat tim yang terdiri dari dua perahu karet dan dua ketinting," jelas Aurelius.
2. Arus sungai di Sangata berbahaya

Pencarian diperluas hingga Jembatan Kampung Kajang menuju muara Sungai Sangatta. Namun, upaya pencarian terkendala oleh arus sungai yang deras akibat pasang.
Tim SAR gabungan ini melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polres Kutai Timur, Pemadam Kebakaran, Polairut Polda Kaltim, Palang Merah Indonesia, Tagana, Dinas Perhubungan, Laskar Kebangkitan Kutai, serta warga setempat dari RT 05 Gang Hj Mariam, Desa Sangatta Utara.
3. Pencarian selama tujuh hari ke depan

Pencarian terhadap dua anak yang masih hilang dilaksanakan sesuai prosedur selama tujuh hari ke depan. Ia juga mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar sungai.
"Sungai Sangata memiliki arus yang cukup deras dan berbahaya, terutama saat curah hujan tinggi," pungkasnya.


















