Sejumlah Pengungsi Banjir di Mempawah Kalbar Mulai Terserang Penyakit

Pontianak, IDN Times - Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga saat ini masih terjadi. Sejumlah warga juga memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Lebih dari 20 Kartu Keluarga (KK) di RT 11, Desa Penibung, Kabupaten Mempawah, Kalbar masih mengungsi ke sebuah ruko yang lebih tinggi dan aman. Ketinggian banjir bervariasi, paling tinggi banjir merendam hingga setinggi lutut orang dewasa. Banjir disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi serta luapan air sungai.
1. Pengungsi mulai diserang penyakit

Ketua RT 11, Julita mengatakan ada lebih dari 20 KK yang memilih mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Banjir dengan ketinggian satu meter ini telah merendam daerah mereka sejak 6 hari lalu.
“Sejumlah pengungsi, terutama anak-anak saat ini mulai diserang penyakit seperti demam, batuk, dan pilek,” ungkap Julita, Jumat (31/1/2025).
2. Masih membutuhkan bantuan

Julita mengatakan, para pengungsi tersebut masih membutuhkan bantuan dari pemerintah kabupaten atau pun pihak swasta mana pun untuk bertahan hidup. Mereka berharap bisa lebih diperhatikan.
“Yang dibutuhkan warga saat ini adalah beras, lauk pauk, serta air bersih karena beberapa anak-anak di sini mulai terserang penyakit,” ucapnya.
3. Menko PMK dan Kepala BPBD RI beri bantuan

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar bersama Menko PMK RI, dan Kepala BNPB RI turut meninjau kelayakan dan persiapan dapur umum untuk warga yang mengungsi akibat banjir tersebut di Masjid Agung Al-Falah Mempawah, pada Kamis (30/1/2025).
Mereka juga menyerahkan bantuan kepada para korban yang terdampak banjir. Di tempat tersebut Menko PMK RI, Pratikno menyebutkan bahwa pemerintah akan berusaha membantu masyarakat yang terdampak Batingsor di wilayah NKRI baik saat hingga pasca-bencana.
“Untuk penanganan Bencana di Kalimantan Barat termasuk di Mempawah, kita mengunjungi dan bertemu dengan para pengungsi, dalam hal ini kita semaksimal mungkin membantu meringankan beban masyarakat,” tukasnya.



















