Pernah mendengar istilah good girl syndrome? Istilah ini menggambarkan pola ketika seseorang terlalu berusaha menjadi “anak baik” demi memenuhi ekspektasi orang lain hingga mengabaikan keinginan dan kebutuhan dirinya sendiri.
Tekanan sosial dan budaya terkadang membuat perempuan merasa harus selalu patuh, menghindari konflik, dan berusaha menyenangkan semua orang. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut bisa membuat seseorang kesulitan mengenali apa yang sebenarnya ia inginkan.
Namun, keluar dari good girl syndrome bukan berarti berubah menjadi egois. Justru, hal ini berkaitan dengan bagaimana seseorang menemukan keseimbangan antara menghargai orang lain dan tetap menghargai dirinya sendiri.
Lantas, bagaimana cara mulai melepaskan diri dari pola tersebut? Berikut lima langkah yang bisa dicoba.
