Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Tak Enakan Sama Orang? Ini 5 Cara Lepas dari Good Girl Syndrome
ilustrasi seorang cewek memakai portable fan (unsplash.com/Hung Nguyen)
  • Good girl syndrome menggambarkan kebiasaan memenuhi ekspektasi orang lain hingga kebutuhan pribadi terabaikan, dipengaruhi tekanan untuk patuh, menghindari konflik, dan menyenangkan semua pihak.
  • Langkah awal melepaskan pola ini meliputi berani berkata tidak, mengenali kebutuhan pribadi, serta mengambil keputusan berdasarkan nilai dan keyakinan diri, bukan persetujuan orang lain.
  • Seseorang juga dianjurkan berhenti membandingkan diri, menghargai kemajuan pribadi, dan membangun hubungan suportif yang memberi ruang untuk menjadi diri sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah mendengar istilah good girl syndrome? Istilah ini menggambarkan pola ketika seseorang terlalu berusaha menjadi “anak baik” demi memenuhi ekspektasi orang lain hingga mengabaikan keinginan dan kebutuhan dirinya sendiri.

Tekanan sosial dan budaya terkadang membuat perempuan merasa harus selalu patuh, menghindari konflik, dan berusaha menyenangkan semua orang. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut bisa membuat seseorang kesulitan mengenali apa yang sebenarnya ia inginkan.

Namun, keluar dari good girl syndrome bukan berarti berubah menjadi egois. Justru, hal ini berkaitan dengan bagaimana seseorang menemukan keseimbangan antara menghargai orang lain dan tetap menghargai dirinya sendiri.

Lantas, bagaimana cara mulai melepaskan diri dari pola tersebut? Berikut lima langkah yang bisa dicoba.

1. Belajar mengatakan "tidak" dengan tegas dan jujur

ilustrasi cewek pemberani (magnific.com/freepik)

Sulit menolak permintaan orang lain? Bagi seseorang yang terbiasa menjadi people pleaser, mengatakan “tidak” memang tidak selalu mudah.

Padahal, menolak sesuatu bukan berarti kamu tidak peduli. Justru, kemampuan mengatakan “tidak” menunjukkan bahwa kamu mulai memahami dan menghargai batasan diri.

Mulailah dari hal sederhana. Misalnya, menolak ajakan yang membuatmu tidak nyaman atau menolak tugas tambahan ketika sudah merasa kewalahan. Sampaikan penolakan dengan jujur dan tegas tanpa harus merasa bersalah.

2. Kenali dan hargai kebutuhan pribadi

ide OOTD cewek rambut pink ala Sakura LE SSERAFIM (instagram.com/39saku_chan)

Terlalu fokus memenuhi kebutuhan orang lain bisa membuat seseorang lupa bertanya kepada dirinya sendiri, “Sebenarnya, aku butuh apa?”

Melepaskan good girl syndrome berarti mulai memberikan perhatian kepada diri sendiri tanpa merasa bersalah. Kamu juga berhak beristirahat, menikmati hobi, atau melakukan sesuatu yang membuatmu bahagia.

Luangkan waktu untuk diri sendiri, meski hanya sebentar. Ketika kebutuhan diri terpenuhi, kamu justru bisa memiliki energi yang lebih baik untuk berinteraksi dan membantu orang lain.

3. Buat keputusan berdasarkan nilai yang kamu yakini

Seorang gadis yang tersenyum manis (unsplash.com/arnoldobizzy)

Keinginan untuk selalu dianggap baik terkadang membuat seseorang terus mengikuti keputusan orang lain. Jika berlangsung terlalu lama, kondisi ini bisa membuatmu kehilangan arah dan sulit mengenali jati diri sendiri.

Karena itu, cobalah memahami apa yang benar-benar penting dalam hidupmu. Apakah kebebasan, kejujuran, kreativitas, keluarga, atau hal lainnya?

Dengan memahami nilai yang kamu pegang, keputusan yang diambil akan lebih sesuai dengan keyakinan pribadi, bukan semata-mata demi mendapatkan persetujuan orang lain.

4. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Kedua gadis yang sedang menonton televisi bersama (Unsplash/Kevin Wolbick)

Salah satu tekanan yang sering muncul adalah keinginan untuk memenuhi standar yang dibuat orang lain. Padahal, setiap orang memiliki perjalanan hidup dan pencapaiannya masing-masing.

Daripada terus membandingkan diri, cobalah fokus pada perkembanganmu sendiri. Kurangi waktu untuk scrolling media sosial jika aktivitas tersebut justru membuatmu merasa kurang.

Jangan lupa mengapresiasi setiap pencapaian, sekecil apa pun. Kemajuan tetaplah kemajuan, meski tidak selalu terlihat besar di mata orang lain.

5. Bangun hubungan sehat dengan orang lain

Ilustrasi gadis melayang di atas jaring(pexels.com/Ron Lanch)

Jika kamu merasa terus memberi dalam sebuah hubungan tetapi jarang mendapatkan dukungan yang sama, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali hubungan tersebut.

Hubungan yang sehat seharusnya memberikan ruang untuk menjadi diri sendiri, bukan membuat seseorang terus merasa harus sempurna demi mendapatkan penerimaan.

Karena itu, kelilingi dirimu dengan orang-orang yang bisa menghargai, mendukung, dan menerima dirimu apa adanya. Lingkungan yang sehat dapat membantu membangun rasa percaya diri sekaligus membuatmu lebih nyaman menjadi diri sendiri.

Lepas dari good girl syndrome bukan proses yang bisa dilakukan dalam semalam. Dibutuhkan waktu untuk mengubah kebiasaan yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun.

Namun, setiap langkah kecil tetap berarti. Mulai dari berani mengatakan “tidak”, mendengarkan kebutuhan diri, hingga memilih lingkungan yang sehat. Ingat, menjadi orang baik tidak berarti harus selalu mengorbankan diri sendiri.

Kini, saatnya belajar mengatakan “ya” untuk dirimu sendiri dan menjalani hidup sesuai dengan nilai serta pilihan yang kamu yakini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article