Sidang lanjutan dugaan tambang ilegal oleh WN Cina di Ketapang. (IDN Times/istimewa).
Dalam kesaksiannya, Syaiful menjelaskan bahwa fasilitas penyimpanan bahan peledak perusahaan terdiri dari empat gudang yang dikunci ketat dan hanya dapat diakses pihak tertentu, yakni polisi, kepala gudang bahan peledak, dan KTT.
Berdasarkan stock opname terakhir pada 9 Agustus 2023, tercatat persediaan dinamit jenis power gel sekitar 50 ton, 1.900 detonator elektrik, serta 26.000 detonator non-elektrik.
Namun, dalam periode 26 Agustus hingga 13 Oktober 2023, area pabrik dan tambang disebut dikuasai secara paksa. Para pegawai perusahaan diusir, dan saat dilakukan pemeriksaan ulang pada Desember 2023, bahan peledak itu dilaporkan telah hilang.
Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Ketapang mendalami dugaan penggunaan bahan peledak tersebut untuk kegiatan penambangan tanpa izin.
Syaiful juga menyebut sekelompok pekerja, sebagian dengan penutup wajah, terlihat mengangkut bahan peledak menggunakan loader dan kereta lori ke area tambang untuk mengambil batuan yang mengandung emas.