Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Simpan Kekayaan Laut Kelas Dunia, Derawan Dongkrak Ekonomi Pesisir

Simpan Kekayaan Laut Kelas Dunia, Derawan Dongkrak Ekonomi Pesisir
Potret Kepualaun Derawan di Berau, Kalimantan Timur (unsplash.com/kabutpelangi)
Share Article

Berau, IDN Times - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pengembangan ekonomi biru di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan dan perairan sekitarnya di Kabupaten Berau.

Sub Koordinator Konservasi Kelautan dan Perikanan DKP Kaltim, Yuliana Nidyasari, mengatakan kawasan konservasi seluas 285.548,95 hektare tersebut merupakan aset strategis daerah yang sejak 2024 dikelola menggunakan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Pengelolaan melalui BLUD menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sektor kelautan, sekaligus menjaga ekosistem terumbu karang, mangrove, dan padang lamun yang ada di kawasan ini,” ujar Yuliana dilaporkan Antara di Samarinda, Selasa (23/6/2026).

1. Ekowisata sektor unggulan daerah

Potret snorkeling Pulau Derawan (instagram.com/evyndr)
Potret snorkeling Pulau Derawan (instagram.com/evyndr)

Menurut dia, penerapan skema tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan laut, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekowisata sebagai salah satu sektor unggulan daerah.

Optimalisasi ekowisata di Kepulauan Derawan diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pesisir, khususnya di Kabupaten Berau.

“Kami ingin memastikan seluruh aktivitas pemanfaatan kawasan perairan Derawan dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem laut,” katanya.

Berdasarkan kajian awal, kawasan pesisir dan laut Derawan memiliki potensi ekonomi biru yang diperkirakan mencapai 317 ribu dolar Amerika Serikat per tahun. Potensi tersebut didukung kemampuan ekosistem pesisir dalam menyerap emisi karbon yang diproyeksikan mencapai lebih dari 69 ribu ton karbon dioksida ekuivalen setiap tahun.

2. Kolaborasi antara Pemkab Berau dan Pemprov Kaltim

Ilustrasi tarif baru (freepik.com/creativeart)
Ilustrasi tarif baru (freepik.com/creativeart)

Untuk memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah, DKP Kaltim juga tengah menunggu pengesahan Peraturan Gubernur tentang tarif layanan jasa lingkungan.

“Aturan ini nantinya akan menjadi dasar hukum penarikan tarif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang menikmati jasa pariwisata bahari di kawasan konservasi,” jelas Yuliana.

Ia menambahkan, perairan Derawan selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan yang memiliki daya tarik kelas dunia. Keberadaan satwa laut ikonik seperti pari manta dan hiu paus menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung.

3. Kawasan konservasi laut di Kepulauan Derawan

ilustrasi Kepulauan Derawan (pexels.com/Wewe Yang)
ilustrasi Kepulauan Derawan (pexels.com/Wewe Yang)

Selain itu, hasil identifikasi terbaru menunjukkan kawasan konservasi tersebut menyimpan kekayaan biodiversitas laut yang tinggi, meliputi 507 spesies karang keras, 40 spesies karang jamur, dan 52 genus karang lunak.

Yuliana menegaskan, upaya menjaga kelestarian kawasan konservasi terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari lembaga swadaya masyarakat, kelompok masyarakat lokal, hingga pemerintah daerah.

“Kolaborasi yang kuat menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan kawasan konservasi ini agar manfaat ekologis dan ekonominya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Anak Sering Dibandingkan? Ini Dampak Psikologis yang Bisa Terjadi

27 Jun 2026, 11:00 WIBNews