Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Terjebak Asap Karhutla, Orangutan Jantan Ditemukan Pingsan di Ketapang
Orangutan di Ketapang ditemukan tak sadarkan diri. (IDN Times/YIARI).
  • Orangutan jantan bernama Sampurna ditemukan pingsan di sekitar perkebunan sawit Desa Laman Satong, Ketapang, setelah kawasan tersebut beberapa hari dikepung asap karhutla.
  • Tim BKSDA Kalbar dan YIARI mengevakuasi Sampurna dalam kondisi sulit; pemeriksaan awal tanpa luka bakar, tetapi menunjukkan gangguan pernapasan dan dugaan kekurangan oksigen.
  • Sampurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI untuk pemeriksaan menyeluruh; ia menjadi orangutan ketujuh yang diselamatkan akibat dampak karhutla di Ketapang sepanjang Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketapang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam permukiman dan kesehatan manusia. Satwa liar yang hidup di sekitar kawasan terdampak juga turut menjadi korban.

Seekor orangutan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemas hingga tidak sadarkan diri di sekitar perkebunan sawit warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (30/8/2026).

Orangutan tersebut kemudian diberi nama Sampurna. Saat ditemukan, tidak terlihat luka terbuka maupun luka bakar pada tubuhnya. Namun, kondisinya mengkhawatirkan dan diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang mengepung kawasan tersebut selama beberapa hari.

Sampurna pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 06.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) langsung menuju lokasi.

1. Orangutan ditemukan lemas pingsan

Orangutan di Ketapang ditemukan tak sadarkan diri. (IDN Times/YIARI).

Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar, Sarbandi, mengatakan tim menemukan Sampurna dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri.

“Pagi tadi kami menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan orangutan di sekitar perkebunan. Kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orangutan tersebut dalam kondisi lemas,” kata Sarbandi.

Menurut dia, Sampurna diduga keluar dari habitatnya karena kondisi kawasan yang terdampak karhutla. Satwa tersebut kemudian ditemukan di sekitar perkebunan warga.

Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi sulit. Asap masih menyelimuti lokasi, sementara sehari sebelumnya kebakaran terjadi cukup parah di kawasan tersebut.

Untuk mempermudah evakuasi sekaligus menjaga keselamatan tim dan masyarakat, Sampurna kemudian dibius. Dokter hewan YIARI memberikan penanganan awal berupa bantuan oksigen dan infus setelah menemukan adanya gangguan pernapasan.

2. Diduga alami gangguan pernapasan karena asap karhutla

Orangutan di Ketapang diduga alami sesak napas. (IDN Times/YIARI).

Pemeriksaan awal tidak menemukan luka terbuka maupun luka bakar pada tubuh Sampurna.

Dokter hewan YIARI, Komara, menjelaskan dampak karhutla terhadap satwa liar tidak selalu ditandai dengan luka bakar. Paparan asap dalam konsentrasi tinggi juga dapat mengganggu sistem pernapasan.

“Asap karhutla mengandung berbagai partikel dan zat yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu fungsi paru-paru,” kata Komara.

Menurutnya, paparan asap pekat selama beberapa hari berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan hingga kekurangan oksigen atau hipoksia.

Kondisi Sampurna saat ditemukan mengarah pada dugaan tersebut. Namun, pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan dampak paparan asap terhadap kondisi kesehatannya.

3. Dievakuasi dan diperiksa lebih lanjut

Orangutan di Ketapang dievakuasi karena tak sadarkan diri. (IDN Times/YIARI).

Setelah mendapat penanganan awal di lokasi, Sampurna dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri.

Di fasilitas tersebut, Sampurna akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk kondisi sistem pernapasan serta kemungkinan gangguan pada paru-paru dan organ dalam lainnya.

Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi tim medis untuk menentukan penanganan dan proses pemulihan Sampurna.

4. Jadi Orangutan Ketujuh yang Diselamatkan

Tim melakukan evakuasi orangutan. (IDN Times/YIARI).

Penyelamatan Sampurna menambah daftar orangutan yang dievakuasi akibat ancaman karhutla di Kabupaten Ketapang.

Sepanjang Agustus 2026, Sampurna tercatat sebagai orangutan ketujuh yang diselamatkan tim gabungan BKSDA Kalbar dan YIARI akibat kondisi habitat yang terdampak kebakaran.

Sebelumnya, sejumlah orangutan juga dievakuasi dari beberapa desa di Ketapang yang berada di sekitar kawasan terdampak karhutla.

Direktur Operasional YIARI, Argitoe Ranting, mengatakan kondisi karhutla yang masih berlangsung membuat tim meningkatkan kesiapsiagaan terhadap laporan satwa liar terdampak.

“Tim medis dan tim penyelamatan YIARI kami siagakan selama 24 jam untuk merespons laporan dan melakukan tindakan penyelamatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar Argitoe.

Menurut Argitoe, kasus Sampurna menjadi gambaran bahwa dampak karhutla terhadap satwa liar tidak selalu terlihat secara kasatmata.

Satwa yang tidak mengalami luka bakar tetap berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan satwa liar dalam kondisi lemah, tidak bergerak normal, atau keluar dari habitatnya.

Langkah cepat diperlukan agar satwa terdampak dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Curated For You

Editorial Team

Related Article