Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Titik Api Mulai Berkurang, Kaltim Minta BNPB Kerahkan Water Bombing
Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan IKN dengan water booming pesawat helikopter TNI AU, Kamis (3/9/2026). Foto OIKN
  • Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meminta BNPB menambah selang, pompa air, drone, serta dukungan water bombing untuk menangani karhutla di wilayah sulit dijangkau.
  • Jumlah titik api baru di Kaltim dilaporkan mulai berkurang berdasarkan peta BNPB, meski kawasan rawa-rawa tetap menjadi kendala utama dalam operasi pemadaman.
  • Pemprov, BPBD, dan relawan memperkuat koordinasi; BNPB menyatakan peningkatan status menjadi bencana nasional harus mempertimbangkan kemampuan daerah menangani bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji meminta tambahan peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan yang dibutuhkan antara lain selang, pompa air, dan drone untuk mendukung penanganan kebakaran di sejumlah wilayah.

Permintaan tersebut disampaikan Seno Aji saat menemui Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Pertemuan itu juga membahas dukungan operasi pemadaman hingga aspirasi masyarakat terkait peningkatan status kebencanaan di Kaltim.

“Ada banyak bantuan yang kami butuhkan, seperti selang, pompa, drone, dan berbagai peralatan lainnya,” ujar Seno Aji dikutip dari akun IG Pemprov Kaltim.

1. Dukungan BNPB dalam penanganan karhutla di Kaltim

Selain bantuan peralatan, Seno Aji berharap BNPB dapat mendukung operasi pengeboman air (water bombing), terutama untuk menjangkau titik api di kawasan yang sulit diakses melalui jalur darat.

Menurutnya, kondisi geografis Kaltim yang memiliki kawasan rawa-rawa menjadi salah satu kendala dalam pemadaman karhutla. Karena itu, diperlukan strategi dan dukungan peralatan yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Meski demikian, Seno Aji menyebut jumlah titik api baru di Kaltim mulai berkurang. Hal tersebut diketahui dari peta pemantauan yang ditampilkan dalam pertemuan bersama BNPB.

“Tadi kami diperlihatkan peta di layar yang menunjukkan bahwa jumlah titik api baru di Kaltim sudah banyak berkurang,” ungkapnya.

2. Koordinasi di antara BNPB dan pemerintah daerah

Wagub Kaltim, Seno Aji memastikan proses seleksi Direksi BUMD Kaltim bebas dari intervensi politik. (Dok. Pemprov Kaltim)

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah provinsi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan setempat terus diperkuat untuk mendukung upaya pemadaman.

Dalam pertemuan tersebut, Seno Aji turut menyampaikan aspirasi masyarakat yang menginginkan peningkatan status siaga darurat karhutla di Kaltim menjadi bencana nasional.

3. Tuntutan soal karhutla sebagai bencana nasional

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi ketika meninjau situasi terkini karhutla di Gunung Arjuno melalui udara. (Dokumentasi BNPB)

Menanggapi hal itu, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa penetapan status bencana nasional harus mempertimbangkan sejumlah faktor sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tentunya, untuk menetapkan sebagai bencana nasional, kita harus melihat apakah daerah memang sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan penanganan bencana,” jelas Kristomei.

Pemprov Kaltim berharap koordinasi dengan BNPB dan seluruh unsur terkait dapat meningkatkan efektivitas penanganan karhutla. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan kemunculan titik api baru sekaligus mencegah kebakaran kembali terjadi di wilayah yang telah dipadamkan.

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan serta sejumlah pejabat BNPB.

Curated For You

Editorial Team

Related Article