Viral Rp25 Miliar Renovasi Rumah Gubernur, Ini Klarifikasi Kaltim

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluruskan isu terkait rencana anggaran rehabilitasi rumah jabatan gubernur senilai Rp25 miliar yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, menegaskan bahwa angka Rp25 miliar tersebut bukan hanya untuk satu proyek, melainkan merupakan akumulasi dari 57 paket belanja.
“Angka Rp25 miliar itu bukan khusus untuk rumah jabatan gubernur, tetapi gabungan dari berbagai kegiatan,” ujar Astri diberitakan Antara di Samarinda, Selasa (5/5/2026).
1. Alokasi rehabilitas rumah dinas Gubernur Kaltim

Ia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan khusus untuk rehabilitasi bangunan utama rumah jabatan gubernur hanya sekitar Rp3 miliar.
Sementara itu, sisa anggaran lainnya digunakan untuk perbaikan sejumlah gedung serta pengadaan sarana dan prasarana penunjang operasional pemerintahan. Astri juga menegaskan bahwa data yang beredar di publik berasal dari Rencana Umum Pengadaan (RUP), yang masih berupa rencana pagu anggaran, bukan angka realisasi.
Biro Umum Setdaprov Kaltim sendiri mengelola anggaran tersebut untuk berbagai fasilitas, seperti guest house yang dilengkapi ruang pertemuan dan 10 kamar VIP, Gedung Teater Olah Bebaya berkapasitas 450 orang, mushala di kawasan sekretariat daerah, hingga rumah jabatan wakil gubernur.
2. Renovasi infrastruktur sejumlah aset Pemprov Kaltim

Selain itu, pengelolaan juga mencakup rumah jabatan sekretaris daerah, ruang VIP Bandara APT Pranoto dan Balikpapan, convention hall yang meliputi plenary dan exhibition hall, Masjid Nurul Mukminin di Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, serta Islamic Center Samarinda.
“Seluruh anggaran tersebut digunakan untuk menunjang operasional fasilitas sekaligus mendukung kegiatan rumah tangga gubernur, wakil gubernur, dan sekretaris daerah,” jelasnya.
Terkait urgensi rehabilitasi rumah jabatan gubernur, Astri menyebut kondisi bangunan saat ini sudah cukup memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan serius.
Sejumlah kerusakan yang ditemukan antara lain instalasi listrik yang kerap bermasalah, gangguan pada pipa air, hingga kerusakan pompa air sentral.
3. Kerusakan rumah dinas karena banjir di Samarinda

Ia juga mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi pada 2025 lalu sempat menyebabkan banjir hingga merendam lantai dua rumah jabatan gubernur.
Tak hanya itu, kondisi tersebut juga memicu kebocoran cukup parah di bagian atap Pendopo Odah Etam.
Menurut Astri, berbagai kerusakan tersebut menjadi dasar pertimbangan pemerintah provinsi dalam menyusun rencana rehabilitasi aset daerah pada tahun anggaran 2025.


















