Ketua RT 06 Kelurahan Pemaluan, Sepaku ,Alai (IDN Times/Ervan)
Berkaitan dengan kondisi saat ini, lanjutnya, ia telah membuat surat ditandatangani para pemilik lahan untuk dikirimkan kepada Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Mereka berharap presiden mempertimbangkan guna dilakukan pelepasan lahan warga dari KIPP.
Selama ini lahan tersebut telah didiami dan kuasai berpuluh tahun lamanya, sebagai tempat bermukim serta berusaha mencari kehidupan sebagai petani baik perkebunan dan pertanian maupun berdagang.
“Bila memang lahan warga itu terkena dalam pemanfaatan pembangunan IKN. Kami berharap tidak semua diambil negara jadi sesuai dengan kebutuhan saja. Sebab kami juga ingin ada di dalam KIPP. Kalau pun harus terdampak pembangunan, maka kami mohon pembebasan lahan adalah ganti untung bukan ganti rugi mengacu standar nilai IKN,” harapnya.
Ia menegaskan, pemilik lahan sangat siap untuk bermusyawarah dalam melakukan penataan sesuai keadaan yang diperlukan tata ruang atau tata kota di IKN. Sebab masyarakat sangat mendukung IKN itu berdiri di Sepaku.
“Terlepas dengan persoalan lahan masyarakat yang masuk KIPP, kami masyarakat Pemaluan sangat mendukung IKN berdiri di tempat kami. Tetapi kami minta Bapak Jokowi mempertimbangkan keresahan dan harapan masyarakat demi kelangsungan kehidupan anak cucu kami di kemudian hari,” pinta Alai.