TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Beras 996 Gram dari India pun Disita Karantina Balikpapan

Tanpa disertai dokumen sertifikat bebas hama

Ilustrasi beras (vecteezy.com/chormail153750)

Balikpapan, IDN Times - Karantina Pertanian Balikpapan menahan bungkusan plastik berisi beras 996 gram milik penumpang India di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Sepinggan, Kalimantan Timur (Kalitim), Senin (13/2/2023). Sampel beras ini tidak dilengkapi dokumen sertifikat bebas hama penyakit (phytosanitary certificate).

“Beras itu dibawa di dalam koper oleh penumpang dari India, yang melakukan transit di Singapura dan tiba di Balikpapan,” kata Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Akhmad Alfaraby di Balikpapan. 

Baca Juga: Kepedulian Millennials dan Gen Z di Balikpapan dalam Green Living

1. Tanpa dilengkapi sertifikat bebas hama penyakit

tips menghilangkan kutu beras (vecteezy.com/Nai Sukanant)

Meski hanya 996 gram, namun karena tak dilengkapi sertifikat bebas hama-penyakit  beras yang dibawa seorang penumpang dari India pun ditahan petugas Karantina di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Sepinggan Balikpapan. 

Seorang penumpang laki-laki yang membawa beras tersebut kepada petugas Karantina mengaku bahwa beras tersebut sekadar untuk dimakan sendiri dan pelipur rindu masakan keluarga.

Alfaraby menjelaskan bahwa phytosanitary certificate merupakan syarat bagi komoditas pertanian dari luar negeri agar dapat masuk ke Indonesia. Sertifikat tersebut merupakan jaminan bahwa produk yang bersangkutan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) ataupun hama penyakit hewan karantina (HPHK).

2. Pangan harus mengantongi sertifikat bebas dari OPTK dan HPHK

Sidak gudang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat (3/2/2/2023). (dok. Bulog)

Alfaraby mengatakan, tanpa sertifikat tersebut berarti tidak ada jaminan barang yang bersangkutan bebas dari OPTK dan HPHK, walaupun cuman seberat 996 gram. 

Ia menambahkan perlakuan serupa juga didapat barang pertanian dari Indonesia bila masuk ke negara lain, seperti yang ada di internet bisa ditemui cerita tentang beras dari Indonesia atau Vietnam disita petugas karantina di salah satu bandara di Amerika Serikat.

 "Alasan petugas menyita pun sama, untuk mencegah masuknya hama penyakit dan menulari spesies lokal. Meskipun alasan membawa beras itu adalah sebagai pelipur rindu kampung halaman," ujarnya.

Baca Juga: Polwan Polda Kaltim Ikut Patroli di Bandara Sepinggan Balikpapan

Berita Terkini Lainnya