Comscore Tracker

Bersekolah Langsung Penajam, Murid Masih Kaku ketika Belajar

Perlu dibangun kembali motivasi mental peserta didik

Penajam, IDN Times - Akibat hampir kurang dari dua tahun melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online, sejumlah peserta didik tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sederajat di Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) terlihat kaku saat belajar bersama dan bertemu temannya di sekolah.

“Hal paling menarik di lapangan yang kami temukan, mungkin karena terlalu lama pelajar tidak belajar tatap muka dengan temannya, sehingga ada kesan mereka kaku masuk sekolah dan bertemu dengan teman-temannya, seolah-olah mereka baru masuk hari pertama ke sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU Alimuddin kepada IDN Times, Senin (23/8/2021).

1. PPU laksanakan PTMT di seluruh wilayah

Bersekolah Langsung Penajam, Murid Masih Kaku ketika BelajarKepala Disdikpora PPU, Alimuddin beserta rombongan saat meninjau pelaksanaan PTMT di salah satu SD (IDN Times/Ervan)

Dibeberkannya, saat ini Kabupaten PPU telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan dalam Surat Edaran Bupati PPU Nomor 255 tahun 2021 status PPKM Level 3 diperbolehkan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Namun menariknya peserta didik terlihat sangat kaku belajar dan bertemu dengan temannya ketika belajar di sekolah.

“Oleh karena itu, agar mereka lebih leluasa dan tidak kaku, maka perlu dibangun kembali motivasi dan mental seluruh peserta didik tersebut, harapannya menjadi normal seperti sedia kala,” sebutnya.

Untuk diketahui, tambahnya, pelaksanaan PTMT di wilayah PPU sejak ditetapkan PPKM level 3, maka sejak minggu lalu pihaknya telah membuka kegiatan PTMT itu, namun karena kondisi pandemik selalu berubah maka kegiatan disesuaikan dengan status wilayah desa atau kelurahan masih-masing di mana sekolah itu berada.

Baca Juga: Duh, 198 Warga Penajam Meninggal karena Terpapar COVID-19

2. PTMT digelar sejak Minggu lalu bekerja sama dengan perangkat pemerintahan desa/kelurahan

Bersekolah Langsung Penajam, Murid Masih Kaku ketika BelajarKepala Disdikpora PPU, Alimuddin beserta rombongan saat meninjau pelaksanaan PTMT di salah satu SD (IDN Times/Ervan)

“Pelaksanaan PTMT sudah dimulai sejak minggu lalu tersebut,  namun kami gelar berkerja sama dengan Danramil, Kapolsek dan Babinsa, Bhabinkamtibmas, lurah serta kepala desa (Kades) se PPU untuk sama-sama mendampingi dan mengedukasi pelaksanaan PTMT tersebut kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, para kepala sekolah yang juga tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 desa/ kelurahan diminta melakukan koordinasi dengan perangkat pemerintahan setempat. Jadi apabila lurah dan kades membolehkan untuk PTMT maka kegiatan dapat dilakukan tetapi jika tidak bisa maka kegiatan ditunda lebih dahulu.

“Bagi zona hijau atau kuning, kami tetap menyuruh mereka masuk belajar namun tetap berkoordinasi dengan Satgas Desa atau kelurahan, sehingga kita tidak bergerak sendiri tetapi bersama-sama perangkat desa dan kelurahan. Termasuk para ketua RT serta komite sekolah hadir untuk mendampinginya, seperti contohnya di daerah Kelurahan Waru dan Desa Bangun Mulyo Kecamatan Waru, lurah dan kades datang memantau PTMT itu,” urainya.

3. Hasil pemantauan memang PTMT berjalan dengan baik namun perlu dilakukan evaluasi

Bersekolah Langsung Penajam, Murid Masih Kaku ketika BelajarKepala Disdikpora PPU, Alimuddin beserta rombongan saat meninjau pelaksanaan PTMT di salah satu SD (IDN Times/Ervan)

Sementara itu dari pemantauan pihaknya hari ini, memang PTMT berjalan dengan baik, hanya perlu dilakukan beberapa evaluasi terkhusus pada pengantaran dan penjemputan peserta didik. Terkadang mereka bersamaan datang akibatnya terjadi kerumunan, sehingga aktivitas di luar sekolah tersebut ini menjadi perhatian pihaknya.

“Kami berharap agar orangtua atau wali peserta didik, jangan datang kecepatan ketika mengantar anaknya atau terlambat menjemputnya saat pulang sekolah, hal itu menghindari terjadinya kerumunan. Jadi diupayakan tepat waktu agar anak-anaknya tidak berkumpul dengan temannya,” tuturnya.

4. Peserta didik dan guru wajib mengenakan masker, jaga jarak dan cuci tangan menggunakan sabun

Bersekolah Langsung Penajam, Murid Masih Kaku ketika BelajarKepala Disdikpora PPU, Alimuddin (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Alimuddin menambahkan, dalam PTMT ini, anak-anak peserta didik, guru serta warga sekolah lainnya wajib mengenakan masker,  jaga jarak dan cuci tangan menggunakan sabun sebelum masuk areal sekolah dan masuk ke ruang belajar termasuk tidak diperbolehkan berkerumun, sehingga terhindar dari papar COVID-19.

Ditegaskan, apabila dalam pelaksanaan PTMT tersebut menimbulkan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dari kalangan pelajar, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan PPU serta Satgas beserta jajarannya instansi di dalamnya.

“Jika terjadi kasus pasien positif COVID-19 dari kalangan anak didik tindakan yang kami ambil dengan mengoordinasikan dengan Dinas Kesehatan serta Satgas Penanganan COVID-19 PPU,” imbuh Alimuddin.

5. Pelaksanaan PTMT harus laksanakan lima ketentuan penerapan protokol kesehatan

Bersekolah Langsung Penajam, Murid Masih Kaku ketika BelajarSimulasi PTM yang dilaksanakan di SMP Negeri 12 Balikpapan (IDN Times/ Anjas Pratama)

Namun dalam siaran pers Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nomor: 388/sipres/A6/VIII/2021 menegaskan, bahwa pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan wilayah PPKM level 1-3 dapat dilakukan melalui PTMT atau PJJ.

Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemik COVID-19. Di mana ada lima ketentuan penerapan protokol kesehatan.

“Kelima ketentuan tersebut yakni pertama kondisi kelas seluruh jenjang pendidikan harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas atau sekitar 50 persen untuk SD hingga SMA. Bagi sekolah luar biasa maksimal lima peserta didik per kelas atau sekitar 62-100 persen. PAUD maksimal lima peserta didik per kelas atau 33 persen,” sebutnya.

Lalu kedua, jumlah hari dan jam PTMT dengan pembagian rombongan belajar (shift) yang dapat ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Ketiga, wajib melaksanakan protokol kesehatan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan serta menerapkan etika batuk atau bersin

“Keempat seluruh warga satuan pendidikan harus dalam kondisi sehat dalam menjalankan PTMT. Lalu Kelima, kegiatan yang berpotensi menjadi kerumuman tidak diperbolehkan terjadi di satuan pendidikan,” pungkasnya.

Baca Juga: Pos Pengetatan Penajam Malah Kosong, ketika Personelnya ASN dan THL

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya