Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Air dan Tanah untuk Tonggak Nadi Kota Nusantara

Air dan Tanah untuk Tonggak Nadi Kota Nusantara
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi IKN di PPU untuk pertama kalinya sejak penentuan IKN baru (IDN Times/Yuda Almerio)

Samarinda, IDN Times - Untuk mengikuti prosesi pengisian Kendi Nusantara di lokasi Ibukota Nusantara (IKN), Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) berencana akan mengambil air dan tanah di Kutai Lama Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara. Tempat tersebut merupakan lokasi berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara yang menjadi kerajaan Hindu tertua di Indonesia. 

“Kutai Lama merupakan tonggak awal berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara yang didirikan oleh Batara Agung Dewa Sakti pada sekitar abad ke-14,” kata Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov Kaltim HM Syafranuddin dalam akun Instagram Pemprov Kaltim, Jumat (11/3/2022). 

1. Filosofi Kerajaan Kutai Martadipura

Museum Kutai Kartanegara di Tenggarong. Foto National Geographic
Museum Kutai Kartanegara di Tenggarong. Foto National Geographic

Syafranuddin menjelaskan, pengambilan air di Kutai Lama, karena selama dalam catatan sejarah Kutai Kartanegara di mana kawasan Kutai Lama menjadi pusat Kerajaan Kutai Martadipura berdiri abad 4 sebelum pindah ke Jembayan dan terakhir di Tenggarong.

Lebih jauh, Jubir Gubernur Kaltim ini menceritakan terpilihnya pengambilan air dan tanah di Kutai Lama karena melihat sejarah.

 

“Ritual Ngalak Air mengandung pesan filosofis agar selalu mengingat asal-muasal nenek moyang dan mempertahankan kearifan leluhur yang diwariskan. Meski Ibu Kota Kesultanan Kutai berpindah ke Tenggarong. Namun keluarga Kesultanan Kutai tetap menganggap Kutai Lama sebagai kampung halaman dan asal-usul nenek moyang mereka,” kisah pria yang akrab disapa Ivan ini. 

2. Lazim dipergunakan dalam prosesi Erau

Shutterstock/Doni79
Shutterstock/Doni79

Selain itu, Kesultanan Kutai Kartanegara, sebelum melakukan Erau terlebih dulu mengambil air dari Sungai Kutai Lama, kemudian dibawa ke keraton untuk digunakan dalam berbagai prosesi Erau.

Untuk melancarkan rencana pengambilan air dan tanah di Kutai Lama ini, Ivan menerangkan sudah berkoordinasi dengan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) dan segera melakukan koordinasi dengan Kesultanan Kutai Kartanegara, camat serta Kepala Desa Kutai Lama.

“Biasanya untuk mengambil air Tuli ini, dibawa kelengkapan ritual seperti beras wija kuning, wijen hitam yang dicampur dupa, air tepong tawar, arang yang membara, kembang, dan beberapa butir telur. Namun untuk kegiatan IKN, ini bisa disederhanakan namun tidak mengurangi maknanya,” terang pria yang besar di Tenggarong ini.

3. Agar memiliki nilai prosesi IKN Nusantara

Sejumlah bahan kontruksi berada di lokasi segmen tiga di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (6/2/2022). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Sejumlah bahan kontruksi berada di lokasi segmen tiga di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (6/2/2022). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Kenapa mengambil kedua benda itu diambil di Kutai Lama, ia menerangkan sesuai pesan protokol istana, semua air dan tanah yang dibawa semua gubernur se Indonesia, harus ada ceritanya.
.
“Nanti air dan tanah itu akan dimasukkan dalam tempat bernama Nusantara, air dan tanah itu akan diserahkan ke Pak Gubernur untuk dimasukkan ke dalam tempat bernama Nusantara itu,” beber Ivan seraya merencanakan pengambilan dilakukan dalam dua hari ke depan setelah mendapat izin berbagai pihak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

[BREAKING] Helikopter PK-CFX Rute Sintang-Pontianak Hilang Kontak di Sekadau

16 Apr 2026, 15:47 WIBNews