Comscore Tracker

Absen Setahun karena COVID-19, Pasar Ramadan di Samarinda Buka Lagi

Ramai dikunjungi warga, minta taat dengan protokol kesehatan

Samarinda, IDN Times - Setelah absen tahun lalu, Pasar Ramadan kembali hadir bagi warga Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim). Persisnya di halaman Gelanggang Olahraga Segiri. Meski demikian, warga diminta menjaga ketat protokol kesehatan. Maklum penyebaran virus corona atau COVID-19 masih terjadi.

“Warga Samarinda sudah akrab dengan Pasar Ramadan. Karena COVID-19, pelaksanaan tahun lalu ditiadakan. Kami berusaha menjawab kerinduan masyarakat untuk menyelenggarakannya kembali,” ujar Andi Harun, Wali Kota Samarinda seperti dilansir dari rilis resmi Pemkot Samarinda, Jumat (16/4/2021).

1. Kasus COVID-19 di Samarinda sudah melandai

Absen Setahun karena COVID-19, Pasar Ramadan di Samarinda Buka LagiAndi Harun, Wali Kota Samarinda (Dok.IDN Times/Istimewa)

Hingga kini situasi penyebaran COVID-19 di Samarinda memang melandai, meski demikan Satgas Samarinda meminta warga tetap waspada dengan wabah ini. Dari statistik yang ada akumulasi positifnya sudah mencapai 12.584 kasus. Syukurnya dari jumlah itu sebanyak 11.879 alami kesembuhan dan menyisakan 379 orang dalam perawatan.

Baik itu isolasi mandiri dan perawatan di rumah sakit. Meski demikian, 326 orang di antaranya tak bisa diselamatkan. Dari sepuluh kecamatan hanya dua kawasan yang masuk zona merah, yakni Samarinda Ulu dan Sungai Kunjang. Sisanya zona kuning dan oranye. Dengan begitu wajar bila pelaksanaan Pasar Ramadan ini benar-benar hati-hati. Jangan sampai klaster penyebaran terjadi. Wali Kota Andi pun sepakat dengan hal tersebut.

“Harus taat prokes. Karena kita tidak tahu sampai kapan pandemik COVID-19 itu berakhir,” sebutnya.

Baca Juga: Jalan Tanah Datar Menuju Samarinda Masih Rusak, Sopir pun Mengeluh 

2. Satgas minta warga taat dengan prokes

Absen Setahun karena COVID-19, Pasar Ramadan di Samarinda Buka LagiIlustrasi Ramadhan (IDN Times/Sukma Shakti)

Demi menjaga aturan prokes tetap dipatuhi pengunjung, lanjutnya, maka aparat yang tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 Samarinda mulai dari Satpol PP, TNI dan Polri bakal turun mengawasi. Intinya saling menjaga saja.

Tak boleh ada kerumunan berlebihan. Sebab perlu diingat kegiatan ekonomi masyarakat harus tetap berjalan. Nantinya agenda Pasar Ramadan Samarinda ini juga bakal dievaluasi.

“Keadaan (COVID-19) kita belum normal, jangan sampai pemkot sudah melonggarkan kegiatan tetapi warganya tidak taat prokes,” imbuhnya.

3. Awalnya takut karena Pasar Ramadan ramai dikunjungi warga Samarinda

Absen Setahun karena COVID-19, Pasar Ramadan di Samarinda Buka LagiANTARA FOTO/Arnas Padda

Terpisah, Ketua Panitia Pasar Ramadan Samarinda, Erham Yusuf menerangkan, agenda ini sudah ada sejak 2014. Artinya sudah berjalan tujuh tahun. Dan selama itu hanya sekali saja tak terlaksana karena wabah pada 2020 lalu. Ia berharap, puasa kali ini semuanya terlaksana dengan baik, warga juga merasa terbantu. Namun paling penting dari semuanya, prokes tetap terjaga.

“Awalnya kami sangat takut dengan banyaknya pengunjung. Namun setelah mengikuti standar prokes lama-lama pengunjung juga tertib, penjual juga dibatasi sekat-sekat plastik sehingga tidak bisa interaksi langsung dengan pedagang dan pengunjung,” pungkasnya.

Baca Juga: Cocok Untuk Buka Puasa, Ini 7 Makanan Khas dari Samarinda

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya