Kolektivitas Jadi Kunci, Borneo FC Kokoh di Puncak Klasemen

Samarinda, IDN Times - Borneo FC telah menjalani 16 pertandingan pada musim ini. Menjelang berakhirnya putaran pertama, Pesut Etam masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 37 poin, hasil dari 12 kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Pada 11 laga awal, tim asal Samarinda tampil impresif dengan meraih poin sempurna. Tren positif tersebut sempat terhenti setelah kalah dari Bali United pada pekan ke-12, yang kemudian diikuti dua kekalahan dan satu hasil imbang pada tiga pertandingan berikutnya. Namun, Borneo FC berhasil bangkit pada pekan ke-16 dengan menundukkan PSM Makassar 2-1, Sabtu (3/1/2026).
1. Tim produktif di BRI Super League 2025/26

Dari sisi statistik, Borneo FC termasuk salah satu tim paling produktif di Super League. Hingga pekan ke-16, Pesut Etam telah mencetak 31 gol, hanya terpaut satu gol dari Malut United dan Persija Jakarta yang sama-sama mengoleksi 32 gol.
Di lini pertahanan, Borneo FC juga tampil solid dengan hanya kebobolan 14 gol. Bahkan, tujuh pertandingan di antaranya mampu diselesaikan tanpa kebobolan atau clean sheet.
Menariknya, produktivitas gol Borneo FC tidak bertumpu pada satu pemain saja. Distribusi gol terbilang merata di antara para pemain, meski Mariano Peralta masih menjadi pencetak gol terbanyak dengan sembilan gol. Di posisi berikutnya, Joel Vinicius yang mencetak dua gol saat melawan PSM telah mengoleksi tujuh gol, disusul Douglas Coutinho dengan lima gol dan Juan Villa yang menyumbang empat gol.
2. Kerja keras seluruh bagian tim

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim, bukan kontribusi individu semata.
“Ini membuktikan bahwa di tim kami tidak ada pemain yang bersinar sendirian. Kami tidak bergantung pada satu orang, tetapi pada seluruh pemain,” tegas Lefundes dalam website Borneo FC.
Menurut pelatih asal Brasil itu, performa seorang pemain tidak bisa dilepaskan dari dukungan rekan setimnya. Karena itu, ia menilai tidak adil jika kesalahan tim hanya dibebankan kepada satu pemain ketika hasil tidak sesuai harapan.
“Kami tidak memiliki pahlawan, dan karena itu juga tidak ada penjahat. Ketika tampil buruk, itu adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
3. Joel Vinicius mendukung kemajuan tim

Pandangan tersebut diamini Joel Vinicius. Ia mengaku senang bisa berkontribusi untuk kemenangan tim, baik melalui gol maupun assist. Menurutnya, performa positif Borneo FC lahir dari kerja keras dan kebersamaan seluruh pemain di lapangan.
“Kadang saya mencetak gol, di pertandingan lain rekan saya yang mencetak gol dan saya membantu lewat assist. Kami selalu bekerja sebagai sebuah tim,” kata Vinicius.










