Gubernur Kalbar Berburu Durian Jemongko: Rasanya Kalahkan Musang King

Pontianak, IDN Times - Tak ingin melewati musim durian, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan menyempatkan diri untuk singgah ke Lapak Durian Jemongko, di Jalan Letkol Sugiono Pontianak, demi mencicipi buah primadona yang menjadi incaran warga Kalbar.
Bersama Direktur Bank Kalbar, Rokidi, Gubernur Norsan tampak mencicipi durian khas Kalbar, tepatnya dari Desa Jemongko, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalbar.
Norsan mencicipi durian ‘kucing tidur’, istilah buah durian di Kalbar yang bagiannya terasa lezat. ‘Kucing tidur’ adalah istilah untuk durian yang bentuknya tidak sempurna, melengkung, atau tidak bulat biasa, menyerupai kucing yang sedang tidur, dan seringkali dianggap memiliki daging lebih tebal atau rasa lebih enak.
Disebut-sebut sebagai varietas atau sebutan populer untuk durian ‘cacat’ yang rasanya justru premium, seperti pada durian jenis Musang King atau Duri Hitam.
1. Durian Jemongko disebut lebih enak dari Musang King

Usai mencicipi durian Jemongko, Norsan menyebutkan bahwa citarasa durian Jemongko lebih enak dibanding dengan durian Musang King, atau durian lain yang ada di luar negeri:
“Alhamdulillah durian lokal kita ini tidak kalah dengan durian Musang King, atau durian yang ada di Malaysia. Tapi kita rasanya lebih enak, durian kita punya, dan harganya jauh lebih murah. Nah durian Jemongko lebih terjangkau untuk masyarakat, dan rasanya tidak jauh enak dari pada durian luar,” kata Norsan, Sabtu (10/1/2026).
Dia bilang, durian lokal Kalbar khususnya durian Jemongko, punya daging buah yang lebih tebal dari durian lain. Citarasa manisnya lebih legit, creamy, dan rasanya yang khas membuat penikmatnya menjadi ketagihan.
“Jadi saya sampaikan bahwa durian lokal kita lebih enak daripada durian luar,” kata Norsan.
2. Incar bagian ‘Kucing Tidur’

Norsan tampak mencicipi durian pada bagian ‘kucing tidur’, dia bilang, bagian tersebut memiliki rasa yang lebih nikmat, walaupun bentuk buahnya kecil atau tak bulat prima.
Menurut Norsan, lapak Durian Jemongko bisa dijadikan sebagai destinasi wisata kuliner di Pontianak yang wajib untuk dikunjungi, pasalnya, buah tersebut datang saat musim saja. Sehingga para pencinta durian diharapkan tidak melewatkan nikmatnya durian Jemongko.
“Durian ini juga bisa masuk ke destinasi kuliner. Nah ini bayangkan besar-besarnya. Durian Jemongko dari Desa Jumungko, Kalbar, yang besar-besar ini Rp80 ribu. Saya makan durian Musang Kimg di Malaysia kemarin, rasanya lebih enak ini. Apalagi ada ‘kucing tidur’nya nih,” tutur Norsan.
3. Pemprov Kalbar dukung UMKM lokal

Viralnya durian Jemongko di Pontianak membuat buah ini jadi primadona, dan paling ditunggu-tunggu. Pada kesempatan ini, Pemprov Kalbar bakal menggandeng UMKM lokal, terlebih pedagang buah durian untuk nantinya dapat berpartisipasi dalam Festival Buah Durian Kalbar.
“Kita biasanya kan dulu pernah ada namanya perlombaan durian. Mungkin nanti kedepan kita akan coba lagi untuk ada festival durian. UMKM ini salah satu penopang dari perekonomian kita. Yang harus kita hidupkan dan kita dukung bersama,” tukasnya.


















