Lebih dari Sekadar Anggur, Ini Fakta Menarik tentang Wine

Wine atau minuman anggur merupakan minuman beralkohol yang dihasilkan melalui proses fermentasi anggur atau buah-buahan lainnya. Proses tersebut menghasilkan kandungan alkohol dengan karakter rasa yang beragam, tergantung pada bahan dan teknik pembuatannya.
Sebagai salah satu minuman beralkohol yang populer, wine kerap menjadi pilihan karena memiliki banyak varian. Mulai dari jenis anggur, proses fermentasi, hingga cara penyimpanan, semuanya memengaruhi kualitas wine. Berikut sejumlah fakta menarik seputar wine yang patut disimak.
1. Ada lebih dari 10 ribu jenis anggur untuk membuat wine

Penggunaan anggur sebagai bahan dasar pembuatan wine ternyata sangat beragam. Jenis anggur yang dimanfaatkan untuk produksi wine tidak terbatas pada beberapa varietas tertentu saja.
Mengutip Winestyr, saat ini terdapat lebih dari 10 ribu jenis anggur di dunia yang masih digunakan dalam pembuatan wine. Setiap jenis anggur memiliki karakter dan kualitas berbeda, sehingga menghasilkan cita rasa wine yang bervariasi pula.
2. Sejarah pembuatan anggur

Wine juga memiliki nilai sejarah yang panjang. Minuman ini telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan terus berkembang hingga menjadi produk modern yang kini diproduksi dan diperdagangkan secara global.
Menurut National Geographic, wilayah Georgia kerap disebut sebagai tempat lahirnya wine. Penelitian arkeolog menunjukkan bahwa produksi wine pertama kali dilakukan oleh masyarakat Kaukasus Selatan sekitar tahun 6.000 Sebelum Masehi. Mereka menemukan bahwa jus anggur dapat berubah menjadi wine setelah disimpan dan dikubur di dalam tanah selama musim dingin.
3. Durasi menyimpan wine saat difermentasi sangat bervariasi

Sebagai minuman beralkohol, wine tentu melalui proses fermentasi sebelum siap dikonsumsi. Durasi dan metode fermentasi ini dapat berbeda-beda, tergantung jenis wine dan bahan yang digunakan.
Dikutip dari Fattoria Montecchio, sebagian besar wine membutuhkan waktu fermentasi sekitar lima hingga 21 hari untuk mengubah gula menjadi alkohol. Proses ini harus dilakukan dengan penyimpanan yang tepat agar kualitas wine tetap terjaga.
4. Wine hanya bertahan 3 sampai 5 hari setelah dibuka

Meski dapat disimpan dalam waktu lama sebelum dibuka, wine justru memiliki masa simpan yang terbatas setelah kemasannya terbuka. Hal ini berkaitan dengan perubahan kualitas akibat paparan udara.
Menurut Allrecipes, wine umumnya hanya bertahan sekitar tiga hingga lima hari setelah dibuka. Namun, wine yang diperkaya seperti Port atau Sherry dapat bertahan lebih lama, bahkan hingga beberapa bulan, sehingga ketahanannya bergantung pada jenis wine tersebut.
5. Wine memiliki harga yang lebih mahal

Dari segi harga, wine dikenal sebagai minuman beralkohol dengan nilai jual yang relatif tinggi. Harga ini biasanya mencerminkan kualitas bahan dan proses pembuatannya.
Hope Family Wines menjelaskan bahwa wine berharga murah umumnya diproduksi secara massal dan disimpan dalam tangki baja tahan karat. Sementara itu, wine dengan harga mahal dipanen secara selektif dan disimpan dalam tong kayu untuk menunjang proses fermentasi dan pematangan. Faktor durasi fermentasi, jenis tong, serta varietas anggur turut memengaruhi harga jual wine, yang kerap disajikan pada acara-acara khusus.
Dengan karakteristik dan proses yang kompleks, wine menjadi minuman beralkohol yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan jenis alkohol lainnya. Tak heran jika wine menjadi pilihan favorit bagi banyak penikmat minuman beralkohol.


















