Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Musim Hujan Makin Nikmat! Ini 5 Minuman Tradisional yang Lezat dan Mudah Dibuat
Bandrek (freepik.com/jcomp)

Musim hujan identik dengan udara yang lebih dingin dan suasana yang membuat banyak orang memilih beraktivitas di dalam rumah. Di tengah cuaca seperti ini, menikmati segelas minuman hangat bisa menjadi pilihan tepat untuk menghangatkan tubuh sekaligus menjaga daya tahan.

Indonesia memiliki beragam minuman tradisional berbahan rempah yang tak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan. Jahe, serai, kayu manis, cengkeh, hingga secang menjadi bahan utama yang dipercaya membantu menghangatkan tubuh sekaligus memberikan aroma yang menenangkan.

Selain mudah dibuat, minuman-minuman tradisional ini juga cocok dinikmati bersama keluarga saat hujan turun. Berikut lima rekomendasinya.

1. Bajigur kopi susu

Ilustrasi gambar wedang bajigur

Perpaduan kopi, jahe, dan rempah-rempah membuat bajigur kopi susu memiliki cita rasa manis dengan sensasi hangat yang pas dinikmati saat cuaca dingin.

Bahan-bahan:

  • 1 bungkus kopi instan

  • 50 gram jahe

  • 1 sendok makan susu kental manis

  • 250 ml air

  • 1 batang serai

  • 7 butir cengkeh

Cara membuat:

  1. Cuci bersih jahe dan serai, lalu memarkan.

  2. Rebus air bersama jahe, serai, dan cengkeh hingga mendidih.

  3. Masak sekitar tiga menit agar aroma rempah keluar sempurna.

  4. Tuang kopi ke dalam cangkir, lalu siram dengan air rebusan.

  5. Tambahkan susu kental manis, aduk hingga rata, lalu sajikan selagi hangat.

2. Wedang jahe madu

Ilustrasi wedang jahe (magnific.com/jcomp)

Wedang jahe menjadi salah satu minuman tradisional yang paling populer untuk menghangatkan tubuh. Tambahan madu dan jeruk nipis memberikan rasa segar sekaligus menambah manfaat.

Bahan-bahan:

  • 2 ruas jahe

  • Gula merah secukupnya

  • 300 ml air

  • 1 iris jeruk nipis

  • ½ sendok teh madu

Cara membuat:

  1. Rebus jahe dan gula merah hingga mendidih.

  2. Saring air rebusan ke dalam gelas.

  3. Tambahkan perasan jeruk nipis dan madu.

  4. Aduk rata, kemudian sajikan hangat.

3. Bandrek

ilustrasi bandrek (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Bandrek merupakan minuman khas Jawa Barat yang kaya akan rempah sehingga cocok dinikmati untuk mengusir hawa dingin.

Bahan-bahan:

  • 500 ml air

  • 50 gram jahe

  • 1 batang kayu manis

  • 1 batang serai

  • 100 gram gula merah

  • 5 butir cengkeh

  • 2 lembar daun pandan

Cara membuat:

  1. Didihkan air, lalu masukkan jahe dan gula merah hingga larut.

  2. Tambahkan serai, kayu manis, cengkeh, dan daun pandan.

  3. Rebus hingga aroma rempah tercium harum.

  4. Saring dan sajikan dalam keadaan hangat.

4. Wedang uwuh

ilustrasi wedang uwuh (freepik.com/jcomp)

Minuman tradisional khas Yogyakarta ini memiliki warna merah alami dari kayu secang dan aroma rempah yang khas.

Bahan-bahan:

  • 600 ml air

  • 35 gram jahe

  • 3 potong kayu manis

  • Cengkeh secukupnya

  • Kayu secang secukupnya

  • Gula batu secukupnya

Cara membuat:

  1. Panggang jahe, kemudian memarkan.

  2. Rebus jahe bersama air hingga mendidih.

  3. Masukkan kayu secang, kayu manis, dan cengkeh.

  4. Masak hingga air berubah warna menjadi merah.

  5. Tuang ke dalam gelas berisi gula batu dan sajikan hangat.

5. Teh talua

ilustrasi teh talua (commons.wikimedia.org/Zed Mestika)

Minuman khas Sumatera Barat ini terkenal karena memadukan teh dengan kuning telur bebek sehingga menghasilkan minuman yang kaya energi.

Bahan-bahan:

  • 1 butir telur bebek

  • 1½ sendok makan gula

  • 2 sendok teh teh bubuk

  • 250 ml air

Cara membuat:

  1. Pisahkan kuning telur, lalu kocok bersama gula hingga mengembang.

  2. Seduh teh dengan air mendidih, kemudian saring.

  3. Tuang teh panas ke dalam campuran telur sambil terus diaduk hingga tercampur rata.

  4. Sajikan selagi hangat.

Selain memberikan rasa hangat, berbagai minuman tradisional ini juga memanfaatkan rempah-rempah yang telah lama menjadi bagian dari warisan kuliner Indonesia. Menikmatinya saat musim hujan tidak hanya membuat tubuh terasa lebih nyaman, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk menghadirkan cita rasa tradisional di tengah aktivitas sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article