4 Strategi Mengatasi Stres Digital dan Mengurangi Ketergantungan

Samarinda, IDN Times - Di era digital yang berkembang pesat saat ini, stres digital telah menjadi hal umum yang dialami oleh banyak individu. Teknologi memberikan kemudahan dalam mencari hiburan, belajar, dan melakukan berbagai aktivitas lainnya. Namun, sejak munculnya pandemi COVID-19, ketergantungan pada teknologi semakin meningkat.
Mulai dari saat bangun tidur, kita sering kali langsung menatap layar untuk memeriksa media sosial atau membaca berita online. Selanjutnya, dalam bekerja pun kita menggunakan Internet. Meskipun teknologi mempermudah akses informasi, namun penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis, seperti meningkatkan tingkat stres dan kecemasan.
Artikel ini akan memberikan berbagai tips praktis untuk mengelola dan mengurangi stres digital. Mari kita simak!
1. Menjauhkan gawai untuk sementara waktu

Bagi sebagian orang, gadget telah menjadi elemen penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, banyak yang merasa tidak dapat meninggalkan rumah tanpa membawa gadget mereka. Mulai dari menggunakan alarm untuk bangun pagi hingga membaca buku digital, gadget menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas sehari-hari. Penelitian juga menunjukkan bahwa ketergantungan pada gadget dapat memengaruhi kesehatan pikiran, jiwa, dan tubuh kita.
Oleh karena itu, penting untuk sesekali menjauhkan diri dari gadget agar pikiran dan tubuh kita dapat merasa lebih rileks. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi interaksi dengan gadget mulai dari jam 8 malam hingga sekitar jam 10 pagi keesokan harinya. Menurut laman Humanoo, menjauhkan diri dari gadget selama 14 jam setiap hari dapat memberikan waktu yang cukup bagi sistem saraf untuk bersantai.
2. Jangan langsung menjawab saat ada pesan masuk

Ketika mendapat notifikasi pesan di media sosial atau aplikasi chatting, seringkali kita merasa ingin segera meresponsnya. Namun, kebiasaan ini dapat memicu kecanduan dan membuat kita merasa tidak aman. Sebaiknya, kita tidak terburu-buru dalam merespons pesan tersebut. Jika tidak mendesak, tidak ada alasan untuk mengganggu aktivitas nyata yang sedang kita lakukan.
Untuk menghindari kesalahpahaman, penting untuk melakukan komunikasi yang jelas. Salah satu caranya adalah dengan menetapkan waktu khusus untuk berkomunikasi atau merespons pesan melalui status aplikasi chatting. Misalnya, "Hai, saya akan merespons pesan Anda antara pukul 12.00 hingga 19.00. Jika ada hal mendesak, silakan hubungi saya melalui panggilan telepon. Terima kasih." Dengan melakukan hal ini, orang lain akan lebih menghargai waktu kita tanpa merasa diabaikan.
3. Selalu tanyakan dirimu sendiri

Saat ini, pandangan orang lain terhadap diri kita sering kali menjadi penilaian utama yang kita jadikan pedoman. Hal ini membuat kita cenderung lebih memperhatikan pandangan eksternal daripada mengenal diri sendiri. Namun, fokus terlalu banyak pada pandangan orang lain dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental kita. Meskipun orang lain menyukai kita berdasarkan citra yang mereka lihat, itu tidak selalu berarti hal yang baik jika hal itu membuat kita merasa tertekan dan tidak bahagia. Ini bisa menjadi situasi yang menyedihkan, bukan?
Ketika kita memberi diri kita jeda dari gadget, penting untuk menggunakan waktu tersebut untuk merenung dan menggali lebih dalam tentang diri dan pikiran kita. Jika merasa lelah, tidak ada yang salah dengan mematikan gadget untuk sementara waktu. Bahkan lebih baik lagi jika kita mengalokasikan waktu untuk melakukan meditasi dan praktik mindfulness setiap hari.
4. Sayangi diri lebih banyak

Penting untuk mengembangkan rasa sayang terhadap diri sendiri agar tidak menjadi terlalu bergantung pada gadget. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memberi diri jeda harian dan menggunakan waktu tersebut untuk fokus pada kesejahteraan diri. Selain mengurangi interaksi dengan gadget, kita dapat mengisi waktu luang dengan melakukan hal-hal yang kita nikmati, seperti berolahraga, memasak, atau sekadar bercengkerama santai dengan keluarga atau teman.
Dalam menghadapi tantangan stres digital, penting untuk mengambil langkah-langkah yang tepat. Dengan lebih memahami diri sendiri, kita dapat mengatasi stres digital dan menciptakan keseimbangan dalam kehidupan digital. Mari mencoba beberapa cara di atas dan mulai merawat diri kita dengan lebih baik!



















