Kartu Merah untuk Pemprov Kaltim, Seno Aji: Itu Kritik yang Wajar

Samarinda, IDN Times - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji menjadi narasumber dalam forum Kaltim Strategic Issue Monitoring yang mengusung tema “Menakar Satu Tahun Kepemimpinan Rudy–Seno”. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Serbaguna Rektorat Universitas Mulawarman, Samarinda, Senin (30/3/2026).
Diskusi terbuka yang diinisiasi BEM FISIP Unmul itu dihadiri Rektor Unmul Abdunnur, jajaran pimpinan kampus, serta ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
1. Sosialisasi Program Gratispol ke kampus-kampus
Dalam forum tersebut, sejumlah mahasiswa menyoroti persoalan implementasi program pendidikan gratis di perguruan tinggi. Menanggapi hal itu, Seno Aji menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim akan mengintensifkan kembali sosialisasi ke seluruh kampus di daerah.
“Kami akan segera menyiapkan call center khusus dengan beberapa operator, sehingga mahasiswa cukup menghubungi satu nomor. Kami harap layanan ini bisa aktif 24 jam,” ujar Seno dalam akun IG Pemprov Kaltim.
Ia mengakui, hingga saat ini masih banyak mahasiswa yang belum memperoleh informasi yang jelas dan valid terkait program pendidikan gratis tersebut.
“Kami juga akan kembali melakukan sosialisasi ke 52 perguruan tinggi di Kaltim,” tegasnya.
2. Diskusi di antara Pemprov Kaltim dan mahasiswa

Dalam kesempatan itu, Seno turut mengapresiasi forum diskusi yang digelar mahasiswa sebagai ruang evaluasi terhadap program pemerintah, termasuk Program Gratispol yang menyasar pembiayaan pendidikan.
Ia menegaskan, komitmen Pemprov Kaltim melalui program tersebut adalah memastikan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda terus meningkat dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah.
3. Kartu merah dari mahasiswa untuk pasangan Rudy-Seno

Tak hanya itu, Seno juga menanggapi aksi simbolik mahasiswa yang mengacungkan kartu merah terhadap kepemimpinan Rudy Mas’ud–Seno Aji. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk kritik yang wajar dalam demokrasi.
“Bagi kami, itu adalah bagian dari kritik dan evaluasi. Mahasiswa tetap menjadi harapan dan masa depan sumber daya manusia Kaltim,” ujarnya.



















