Kutai Kartanegara Teratas, Serapan KUR Kaltim Capai Rp785 Miliar

Samarinda, IDN Times - Sebanyak 9.537 pelaku UMKM di Provinsi Kalimantan Timur memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp785,62 miliar sepanjang Januari–Februari 2026. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, jasa, hingga pertanian.
Kepala Kanwil DJPb Kaltim, Tjahjo Purnomo, menyebut sektor perdagangan menjadi penyerap KUR terbesar.
“Sektor perdagangan paling dominan karena perputaran usahanya cepat, risikonya relatif rendah, dan akses pembiayaan lebih mudah,” ujarnya diberitakan Antara di Samarinda, Rabu (1/4/2026).
1. Penyerapan alokasi KUR terbesar di Kukar

Secara rinci, sektor perdagangan besar dan eceran menyerap KUR sebesar Rp261,54 miliar dengan 3.360 debitur. Posisi kedua ditempati sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan dengan serapan Rp216,81 miliar dari 2.966 debitur.
Sementara itu, sektor real estat, persewaan, dan jasa perusahaan berada di posisi ketiga dengan nilai penyaluran Rp104,25 miliar kepada 595 debitur.
Dari sisi wilayah, penyaluran KUR terbesar terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara yang mencapai Rp161,93 miliar. Tingginya serapan di daerah ini didorong oleh banyaknya kegiatan usaha produktif seperti pertanian, perkebunan, dan perdagangan.
2. Serapan KUR di kota utama di Kaltim

Selanjutnya, Kota Samarinda mencatat serapan Rp151,51 miliar, disusul Kabupaten Paser sebesar Rp108,59 miliar, dan Kota Balikpapan sebesar Rp107,86 miliar.
Kabupaten Kutai Timur juga mencatat serapan cukup tinggi yakni Rp71,91 miliar. Kemudian Kabupaten Berau sebesar Rp57,58 miliar dan Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar Rp55,5 miliar.
3. Serapan alokasi KUR di kota/kabupaten Kaltim

Adapun Kota Bontang mencatat serapan Rp42,59 miliar, Kabupaten Kutai Barat Rp26,56 miliar, dan yang terendah berada di Kabupaten Mahakam Ulu sebesar Rp1,59 miliar.
“Mahakam Ulu yang merupakan wilayah perbatasan masih mencatat serapan KUR paling kecil dibanding daerah lain,” jelas Tjahjo.


















