Kadal Berduri, Reptil Unik yang Bisa Minum Lewat Kulit

Kadal berduri merupakan spesies reptil unik asal Australia yang dikenal dengan nama ilmiah Moloch horridus. Hewan ini menjadi satu-satunya anggota dalam genus Moloch dan banyak ditemukan di wilayah selatan serta barat Australia.
Kadal berduri hidup di habitat kering seperti gurun pasir, semak belukar, hingga hutan akasia. Mereka umumnya ditemukan di tanah berpasir atau lempung berpasir, bukan di wilayah berbatu.
1. Warna tubuh yang dapat berubah

Salah satu ciri khas kadal ini adalah warna tubuhnya yang menyerupai pasir gurun, mulai dari cokelat muda hingga cokelat tua. Warna tersebut dapat berubah menjadi lebih pucat saat cuaca panas dan lebih gelap ketika suhu dingin, sehingga membantu kamuflase di alam liar.
2. Tubuh yang dipenuhi duri

Seluruh tubuh kadal berduri ditutupi sisik berbentuk duri tebal. Selain berfungsi sebagai kamuflase, duri ini juga menjadi pertahanan dari predator karena membuat tubuhnya sulit diserang atau ditelan.
Dari segi ukuran, kadal betina umumnya lebih besar dibandingkan jantan.
3. Pemakan semut

Kadal berduri termasuk hewan insektivora yang mengandalkan semut sebagai makanan utama. Mereka berburu dengan cara menunggu mangsa lewat di sekitar tempat berlindungnya. Dalam sehari, kadal ini bisa mengonsumsi hingga 750 ekor semut karena kandungan nutrisi yang rendah.
4. Mengumpulkan air melalui kulit

Keunikan lain dari kadal berduri adalah kemampuannya “minum” melalui kulit. Tubuhnya memiliki saluran kecil yang mampu mengalirkan air dari permukaan kulit menuju mulut. Biasanya, mereka memanfaatkan embun atau air hujan yang menetes di tubuhnya.
5. Melakukan hibernasi

Kadal berduri hidup secara soliter dan aktif pada siang hari. Mereka menggali lubang sebagai tempat berlindung dan jarang menjauh dari area tersebut. Meski demikian, hewan ini tidak bersifat teritorial sehingga wilayah jelajahnya dapat tumpang tindih dengan individu lain.
Dalam siklus hidupnya, kadal berduri aktif pada Maret–Mei serta Agustus–Desember. Sementara pada Januari–Februari dan Juni–Juli, mereka akan berhibernasi untuk menghindari cuaca ekstrem.
6. Meletakkan telur di bawah tanah

Dalam siklus hidupnya, kadal berduri aktif pada Maret–Mei serta Agustus–Desember. Sementara pada Januari–Februari dan Juni–Juli, mereka akan berhibernasi untuk menghindari cuaca ekstrem.
Musim kawin biasanya terjadi antara Agustus hingga Desember. Kadal jantan akan menarik perhatian betina dengan gerakan kepala dan kaki. Setelah kawin, betina akan bertelur sebanyak 3–10 butir di dalam lubang sedalam sekitar 30 cm. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 3–4 bulan.
Di alam liar, kadal berduri menjadi mangsa bagi elang, ular, biawak, hingga rubah merah. Namun, kemampuan kamuflase, duri tajam, serta perilaku menggembungkan tubuh saat terancam membuatnya lebih sulit diserang predator.


















