Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Stoikisme: Filsafat Hidup Selaras dengan Alam

contoh penerapan stoikisme
contoh penerapan stoikisme (unsplash.com/ Pelanggan Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Filsafat Stoikisme telah berkembang sejak 301 sebelum Masehi atau abad ke-3 SM. Aliran filsafat ini dicetuskan oleh filsuf Yunani Kuno asal Athena, Zeno dari Citium, dan kemudian dikembangkan oleh para pemikir Stoa lainnya seperti Chrysippus, Cicero, Epictetus, Seneca, hingga Marcus Aurelius.

Stoikisme dirancang sebagai panduan hidup untuk membentuk pribadi yang tangguh, bahagia, berbudi luhur, dan bijaksana. Melalui kekuatan pikiran dan ketenangan jiwa, ajaran ini mengajak manusia untuk berkembang menjadi individu yang lebih baik dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Prinsip-prinsip stoikisme membekali manusia agar mampu mengarungi kehidupan yang penuh tantangan dengan pikiran jernih dan hati yang tenang. Berikut delapan manfaat menerapkan stoikisme untuk hidup selaras dengan alam.

1. Mengelola reaksi emosional terhadap peristiwa-peristiwa yang berada di luar kendali

ilustrasi latihan stoikisme
latihan stoikisme (unsplash.com/ Guilherme Stecanella)

Stoikisme menekankan pentingnya mengelola reaksi emosional terhadap peristiwa yang berada di luar kendali manusia. Saat menghadapi kabar buruk atau situasi sulit, ajaran ini mengajak kita untuk tetap tenang dan tidak larut dalam emosi negatif yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik.

2. Merenungkan tindakan dan perilaku sehari-hari

Ketenangan jiwa dan pikiran adalah kunci Stoikisme (Pexels.com/Lisa Fotios)
Ketenangan jiwa dan pikiran adalah kunci Stoikisme (Pexels.com/Lisa Fotios)

Stoikisme mendorong refleksi diri secara rutin terhadap tindakan dan perilaku sehari-hari. Dengan begitu, seseorang dapat mengambil keputusan yang lebih bijaksana serta memahami dampak perbuatannya terhadap diri sendiri maupun orang lain.

3. Membedakan antara hal-hal yang berada di dalam kendali dan hal-hal yang berada di luar kendali

Ilustrasi manfaat menerapkan stoikisme. (Pinterest/Freepik)
Ilustrasi manfaat menerapkan stoikisme. (Pinterest/Freepik)

Salah satu prinsip utama stoikisme adalah membedakan hal-hal yang dapat dikendalikan dan yang berada di luar kendali. Prinsip ini membantu seseorang mengurangi kecemasan dan lebih fokus mengelola aspek kehidupan yang benar-benar dapat dipengaruhi.

4. Mengajarkan pentingnya berempati terhadap orang lain

Ilustrasi kakak membantu adik yang terjatuh.
Ilustrasi kakak membantu adik yang terjatuh. (Pinterest/@VE_TrishaJoy)

Stoikisme mengajarkan pentingnya empati dan pandangan yang bijaksana terhadap sesama manusia. Dengan memahami pengalaman orang lain, kita dapat membangun hubungan yang lebih sehat, kuat, dan positif.

5. Hidup pada masa sekarang

Ilustrasi meditasi di alam.
Ilustrasi meditasi di alam. (Pinterest/Creative Market)

Ajaran stoikisme mengajak manusia untuk berfokus pada hari ini dan tujuan yang ingin dicapai saat ini. Kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan serta penyesalan atas masa lalu justru dapat menghambat ketenangan hidup.

6. Bersikap adil

Ilustrasi lelah dengan drama persahabatan
Ilustrasi lelah dengan drama persahabatan (pexels.com/Karola G)

Stoikisme mengajarkan pentingnya bersikap adil, berintegritas, dan memberikan lebih dari yang diterima. Nilai-nilai ini berperan besar dalam membangun hubungan sosial yang kokoh dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

7. Mendisiplinkan diri

ilustrasi persahabatan
ilustrasi persahabatan (unsplash.com/Antonino Visalli)

Pengendalian diri dan kerendahan hati menjadi fondasi stoikisme. Prinsip ini membantu seseorang menunda kepuasan jangka pendek demi meraih tujuan jangka panjang yang lebih bermakna.

8. Peningkatan kualitas hidup

Ilustrasi persahabatan yang bahagia dalam kesederhanaan
Ilustrasi persahabatan yang bahagia dalam kesederhanaan (unsplash.com/Matheus G.O)

Secara keseluruhan, penerapan stoikisme dapat meningkatkan kualitas hidup, termasuk membantu mengelola tekanan mental. Namun, penting dipahami bahwa stoikisme bukan solusi instan, melainkan filosofi hidup yang membutuhkan latihan dan kesadaran secara konsisten.

Dengan komitmen dan refleksi berkelanjutan, stoikisme dapat menuntun seseorang menuju kebijaksanaan, kebahagiaan, dan ketenangan batin, sekaligus membantu menjalani hidup yang selaras dengan alam.

Demikian delapan manfaat menerapkan stoikisme dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Sri Gunawan Wibisono
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest Life Kalimantan Timur

See More

Cinta Terasa Hambar? Ini 6 Penyebab Hubungan Kehilangan Gairah

08 Jan 2026, 02:00 WIBLife