Sarapan Pakai Pisang, Sehat atau Justru Berisiko? Ini Faktanya

Pisang merupakan salah satu buah yang mudah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain rasanya manis dan lezat, pisang juga mudah diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari bolu, kue, roti, hingga campuran smoothie dan dessert.
Tak sedikit orang menjadikan pisang sebagai menu sarapan karena praktis dan mengenyangkan. Namun, muncul pertanyaan, apakah pisang benar-benar baik dikonsumsi saat sarapan atau justru menimbulkan efek tertentu bagi tubuh? Berikut lima fakta menarik tentang buah pisang yang dirangkum dari Healthline dan WellandGood.
1. Buah pisang dapat membantu meningkatkan energi tubuh saat pagi hari

Pisang mengandung beragam nutrisi penting, seperti serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C. Buah ini juga kaya karbohidrat dan gula alami yang dapat membantu meningkatkan energi tubuh. Mengacu pada Food Data Central milik US Department of Agriculture (USDA), satu buah pisang mengandung sekitar 22,8 gram karbohidrat dan 12,2 gram gula. Kandungan tersebut membuat pisang kerap dipilih sebagai sumber energi sebelum memulai aktivitas pagi.
2. Meningkatkan risiko naiknya gula darah

Tingginya kandungan karbohidrat dan gula pada pisang dapat menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Salah satunya adalah peningkatan kadar gula darah yang berisiko memicu diabetes. Selain itu, sarapan dengan karbohidrat tinggi tanpa asupan nutrisi lain dapat membuat rasa lapar datang lebih cepat, sehingga berpotensi memengaruhi kenaikan berat badan dalam jangka panjang.
3. Hindari mengonsumsi buah pisang pada pagi hari saat perut masih kosong

Pisang yang matang dan manis umumnya menjadi pilihan saat sarapan. Namun, saat pisang matang, kandungan seratnya menurun dan kadar gula meningkat. Mengonsumsi pisang saat perut kosong dapat memicu lonjakan insulin karena tubuh berusaha menyeimbangkan kadar gula darah. Oleh karena itu, sarapan hanya dengan pisang saat perut kosong kurang dianjurkan.
4. Dijadikan sajian pelengkap sebelum sarapan

Meski tidak disarankan dikonsumsi secara tunggal, pisang tetap bermanfaat jika dijadikan pelengkap sarapan. Kandungan kalium dalam pisang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung kontraksi otot, serta berperan dalam menurunkan tekanan darah. Selain itu, vitamin C di dalamnya membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah peradangan.
5. Buah pisang yang digabungkan dengan makanan berprotein tinggi

Pisang akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan makanan berprotein tinggi, seperti greek yogurt, chia seeds, atau aneka berries. Protein membantu meningkatkan rasa kenyang dan mendukung pengelolaan berat badan. Selain itu, pisang juga cocok dipadukan dengan sumber lemak sehat, seperti alpukat dan kacang-kacangan, yang dapat menekan rasa lapar lebih lama.
Dengan memahami cara konsumsi yang tepat, pisang tetap bisa menjadi pilihan sarapan yang menyehatkan. Mengatur porsi dan mengombinasikannya dengan nutrisi lain menjadi kunci agar manfaat pisang dapat dirasakan secara optimal, baik untuk kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.


















