Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sering Diremehkan tapi Tak Pernah Ribut? Waspadai 5 Tanda Ini

Dua orang sahabat sedang berkomunikasi.
Ilustrasi Cara Mengomunikasikan Perasaan tanpa Menyalahkan Orang Lain. (pexels.com/Julia Larson)

Dalam pertemanan, sikap menyakitkan tidak selalu hadir dalam bentuk konflik terbuka. Ada perlakuan halus yang sekilas tampak wajar, namun perlahan mengikis rasa percaya diri. Diremehkan sering terjadi tanpa kata-kata kasar dan tanpa pertengkaran, bahkan kerap dibungkus dengan candaan atau sikap seolah “biasa saja”.

Secara psikologis, sikap meremehkan merupakan cara seseorang menempatkan diri pada posisi lebih tinggi dibanding orang lain. Jika terus dibiarkan, perlakuan ini dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri sekaligus merusak kualitas hubungan. Karena itu, mengenali tanda-tandanya menjadi penting agar tidak terjebak dalam relasi yang tidak sehat.

Berikut lima tanda kamu diam-diam diremehkan oleh orang terdekat.

1. Pendapatmu sering diabaikan atau dipatahkan

Sedang ngobrol.
Ilustrasi Trik Psikologi untuk Mengetahui Temanmu sedang Membohongimu. (pexels.com/Edmond Dantès)

Setiap kali menyampaikan opini, respons yang diterima cenderung dingin atau tidak serius. Ide kerap dipotong, diganti, atau diabaikan begitu saja, seolah tidak cukup penting untuk dipertimbangkan.

Dalam psikologi sosial, perilaku ini dikenal sebagai dismissive behavior. Orang yang meremehkan biasanya tidak memberi ruang setara dalam percakapan karena secara tidak sadar menilai pandangannya lebih berharga.

2. Kamu dijadikan bahan candaan yang merendahkan

Ngobrol bersama teman.
Ilustrasi Trik Psikologi untuk Membuat Orang Nyaman Berbicara dengan Kamu. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Candaan yang sehat membuat semua orang merasa nyaman. Namun, jika lelucon terus menyasar kekurangan, kegagalan, atau hal sensitif tentang dirimu, itu bukan lagi sekadar humor.

Meremehkan lewat candaan termasuk bentuk agresi pasif. Pelakunya kerap berlindung di balik kalimat “cuma bercanda”, padahal dampak emosionalnya nyata dan berulang.

3. Pencapaianmu dianggap biasa saja

Dua orang wanita sedang duduk bersama.
Ilustrasi Tanda Kamu Terjebak dalam Pola “Menyenangkan Semua Orang”. (pexels.com/Ivan S)

Saat kamu bercerita tentang keberhasilan atau perkembangan diri, respons yang diterima minim apresiasi. Bahkan, tidak jarang disertai komentar yang mengecilkan, membandingkan, atau mengalihkan pembicaraan ke pencapaian orang lain.

Secara psikologis, sikap ini bisa dipicu rasa iri atau kebutuhan mempertahankan posisi superior. Dengan meremehkan keberhasilanmu, orang tersebut merasa dirinya tetap lebih unggul.

4. Kamu sering tidak dilibatkan dalam keputusan bersama

Tiga orang wanita sedang ngopi di cafe.
Ilustrasi Tips Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan yang Tidak Mendukung. (pexels.com/ELEVATE)

Dalam pertemanan kelompok, pendapatmu jarang diminta saat menentukan sesuatu. Kamu hanya diberi tahu hasil akhir, tanpa dilibatkan dalam proses diskusi.

Hal ini menunjukkan bahwa keberadaanmu tidak dianggap penting dalam dinamika kelompok. Meremehkan tidak selalu terlihat dari kata-kata, tetapi dari seberapa besar ruang yang diberikan.

5. Kamu merasa harus mengecilkan diri agar diterima

Wanita sedang duduk di kursi.
Ilustrasi Alasan Mengapa Awal Tahun sering Membuat Kita Merasa Kosong. (pexels.com/LetĂ­cia Alvares)

Ini merupakan tanda paling halus sekaligus paling menyakitkan. Kamu mulai menahan diri untuk tidak terlalu menonjol, mengecilkan pencapaian, atau merendahkan kemampuan sendiri agar tidak memicu respons negatif.

Secara psikologis, kondisi ini menandakan hubungan tersebut tidak aman secara emosional. Pertemanan yang sehat seharusnya memberi ruang untuk berkembang, bukan membuat seseorang merasa harus menyusut.

Diremehkan oleh teman bukan hal sepele karena dampaknya bisa perlahan menggerus harga diri. Mengenali tanda-tandanya bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan sebagai upaya melindungi diri. Setiap orang berhak berada dalam pertemanan yang menghargai, mendukung, dan memandang setara. Jika sebuah hubungan terus membuatmu merasa kecil, mungkin yang perlu diubah bukan dirimu, melainkan jarak dalam hubungan tersebut.

Itulah lima tanda kamu diam-diam diremehkan oleh orang terdekatmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest Life Kalimantan Timur

See More

Usai Bertengkar Jadi Makin Bergairah? Ini Fakta di Balik Makeup Sex

17 Jan 2026, 02:00 WIBLife