Ada 200 SPPG di Kalbar, MBG Sumbang Inflasi Harga Telur dan Ayam

Pontianak, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini masih berjalan, ternyata punya pengaruh terhadap pergerakan inflasi di daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menuturkan bahwa program MBG berpengaruh terhadap inflasi, khususnya pada komoditas kebutuhan pokok.
Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, membenarkan bahwa menu yang disajikan dalam program MBG sebagian besar adalah bahan pangan pokok yang selama ini menjadi komponen utama inflasi, salah satunya telur ayam ras.
“Kalau terkait dengan inflasi tentunya sangat berpengaruh. Karena kan menu-menunya ya kebutuhan pokok ya. Utamanya yang kemarin kita soroti, yang kita lihat di lapangan itu terkait dengan telur ayam ras,” ucapnya, Selasa (13/1/2026).
1. Ini bahan pokok yang jadi komponen inflasi

Saichudin bilang, harga telur ayam ras hingga Desember masih tergolong mengalami kenaikan. Selain telur, komoditas lain yang juga terdampak adalah daging ayam ras.
“Telur ayam ras kan sekarang juga masih tergolong meningkat gitu kan harganya di bulan Desember ini. Kemudian juga daging ayam ras,” sebutnya.
2. Minta pemerintah antisipasi

Untuk itu, Saichudin meminta pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut. Sebab disebutnya, nanti Kalbar bakal melibatkan sekitar 500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang tentunya membutuhkan lebih banyak bahan pangan pokok.
“Sekarang kan baru 200, kemarin kita survei itu sekitar 230an SPPG. Nah ini kan kalau telur menunya itu kan telur kalau nggak salah saya itu setiap minggu 2 kali. Nah kan berarti harus ada pemasok-pemasok itu,” ucapnya.
Dia menuturkan, pemerintah pusat juga telah menyiapkan berbagai langkah pendukung, termasuk bantuan bagi peternak ayam untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan.
“Kalau saya dengar dari berita-berita di televisi, pemerintah juga menyiapkan bantuan terkait pengadaan atau dukungan untuk peternak ayam,” jelasnya.
3. Telur ayam ras sumbang inflasi tahunan

Terkait dampak terhadap inflasi, Saichudin menjelaskan bahwa telur ayam ras memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen secara tahunan.
Sementara untuk daging ayam ras, datanya tercatat dalam kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau.
“Untuk yang kami rilis, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,36 persen dengan andil 0,13 persen. Komoditas penyumbangnya antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras,” tukasnya.


















