Energi Surya Terangi Pelosok Kaltim, PLTS Terpusat di Mahulu

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan terwujudnya kemandirian energi bagi masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Mahakam Ulu melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung untuk memastikan sistem pembangkit beroperasi secara andal dan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat desa secara berkelanjutan.
“Kami telah meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan sistem pembangkit berfungsi dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujar Bambang diberitakan Antara di Samarinda, Kamis (8/1/2026).
1. Monitoring pelaksanaan energi baru terbarukan

Dinas ESDM Kaltim sebelumnya merampungkan kegiatan monitoring dan evaluasi teknis terhadap infrastruktur energi baru terbarukan tersebut di Desa Batoq Kelo, Kabupaten Mahakam Ulu. PLTS terpusat yang dibangun sebagai pembangkit ramah lingkungan ini memiliki kapasitas terpasang 60,8 kWp, didukung inverter berkapasitas 50 kW.
Untuk menjamin ketersediaan listrik selama 24 jam, sistem PLTS tersebut juga dilengkapi baterai penyimpanan energi berkapasitas 576 kWh.
“Dengan konfigurasi tersebut, PLTS mampu menghasilkan energi rata-rata 243 kWh per hari,” jelas Bambang.
2. Pelayanan PLTS untuk masyarakat setempat
Produksi energi tersebut dinilai lebih dari cukup, mengingat rata-rata kebutuhan listrik harian masyarakat setempat tercatat sekitar 85 kWh.
Saat ini, listrik dari PLTS Terpusat telah dimanfaatkan untuk melayani 107 sambungan listrik, yang mencakup rumah warga serta sejumlah fasilitas umum desa.
Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, keberadaan PLTS ini juga mendukung keamanan dan kenyamanan lingkungan melalui pengoperasian 45 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menerangi ruas jalan kampung.
3. Daya listrik PLTS cukup stabil

Tetua Kampung Batoq Kelo, Antonius Legiu, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran listrik yang kini dapat dinikmati masyarakat secara stabil.
“Dulu sebagian warga hanya mengandalkan generator dan lampu tembok. Sekarang kami sudah bisa menikmati listrik dari PLTS terpusat,” ujar Antonius.
Ia berharap ketersediaan listrik yang memadai ini dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan layanan kebutuhan dasar lainnya di desa.
Ke depan, masyarakat setempat juga berharap adanya perhatian lanjutan dari pemerintah untuk pemenuhan akses air bersih, fasilitas kesehatan, serta sarana pendidikan yang lebih layak.


















