Sempat Langka, Pertamina Tegaskan Pasokan LPG 3 Kg dan BBM di Ambalau Aman

Sintang, IDN Times - Menindaklanjuti keluhan warga terkait sulitnya memperoleh gas LPG 3 kilogram di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan LPG subsidi serta bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut dalam kondisi aman.
Pertamina menyatakan telah memperkuat distribusi LPG 3 kilogram dan BBM jenis Pertalite guna memastikan kebutuhan energi masyarakat Ambalau tetap terpenuhi. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas aspirasi warga terkait kelancaran pasokan energi di daerah tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa Pertamina secara rutin menyalurkan dan mengirimkan BBM serta LPG sesuai jadwal untuk menjaga ketersediaan pasokan di Ambalau.
“Pertamina terus memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Ambalau. Saat ini, penyaluran BBM dilakukan melalui satu lembaga penyalur, yakni SPBU 3T 66.786004 yang menyalurkan Pertalite dan Biosolar dengan suplai dari Fuel Terminal Sintang,” ujar Edi, Sabtu (10/1/2026).
1. Sejak awal tahun, sudah 5 kali kirim BBM

Ia menyebutkan, sejak awal Januari 2026, Pertamina telah melakukan lima kali pengiriman BBM ke SPBU tersebut, masing-masing pada 1, 3, 6, 7, dan 8 Januari. Selain itu, pengiriman tambahan juga dijadwalkan pada 9 Januari 2026.
“Pengiriman ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi dan pelayanan kepada konsumen berjalan normal,” jelasnya.
Menurut Edi, secara umum penyaluran BBM di Kabupaten Sintang berlangsung sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Distribusi dari Fuel Terminal Sintang terus dioptimalkan untuk menjamin pasokan energi bagi masyarakat Kecamatan Ambalau.
“Pertamina melakukan pemantauan distribusi secara intensif dan memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai rencana agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” katanya.
2. Dikirim lewat jalur darat dan sungai selama 2 hari

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga menegaskan bahwa penyaluran BBM dan LPG dilakukan sesuai dengan alokasi serta ketentuan yang berlaku. Selain itu, Pertamina aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta agen dan pangkalan guna memastikan distribusi LPG subsidi tepat sasaran.
Edi menambahkan, pengiriman LPG 3 kilogram ke Kecamatan Ambalau dilakukan dengan sistem multimoda, melalui jalur darat dan sungai, dengan waktu tempuh sekitar satu hingga dua hari hingga tiba di pangkalan.
“Meski menghadapi tantangan geografis, Pertamina terus mengoptimalkan distribusi agar pasokan LPG di lapangan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan LPG sekitar 114 persen dari rata-rata penyaluran harian pada awal Januari 2026.
3. Perkuat koordinasi dengan lintas pihak

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan energi, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Kami memahami tantangan akses di wilayah seperti Ambalau. Oleh karena itu, koordinasi lintas pihak dan pengawasan distribusi terus kami perkuat agar pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga,” tutur Edi.
Masyarakat diimbau untuk membeli LPG 3 kilogram dan BBM hanya di lembaga penyalur resmi. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan harga di atas ketentuan atau indikasi penyimpangan distribusi di lapangan.


















