Awas! Ancaman Karhutla Makin Meluas di Kalimantan Barat

Pontianak, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), termasuk Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Sejumlah daerah terdampak lainnya adalah Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas, yang juga mengalami kebakaran lahan cukup serius.
1. Angin kencang dan cuaca panas, api merambat

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar Daniel mengaku, pihaknya telah menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota terkait untuk memperkuat koordinasi dengan instansi terkait seperti TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta kelompok masyarakat peduli api (MPA) dan desa tangguh bencana (Destana).
“Kami mendorong Pemkab dan Pemkot untuk segera berkoordinasi dengan TNI, Polri, DLHK, Kehutanan, MPA, Pokmas, dan Destana,” ujar Daniel, Selasa (29/10/2024).
Komandan Pemadam Api BPBD Kalbar, Erfandi, menjelaskan bahwa kebakaran di wilayah Kubu Raya telah berlangsung sejak Sabtu (26/10/2024). Menurutnya, luas lahan yang terbakar masih dalam perhitungan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kalbar.
“Kebakaran ini sudah terjadi sejak Sabtu. Estimasi luas lahan yang terbakar biasanya dihitung oleh DLHK Kalbar,” jelas Erfandi.
2. Tak ada hujan satu minggu terakhir

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kebakaran di Kubu Raya cukup parah, diperparah oleh cuaca panas, angin kencang, dan tanah gambut yang mudah terbakar. Jika tidak ada hujan dalam beberapa hari ke depan, kebakaran diperkirakan akan meluas dan dapat mengganggu aktivitas penerbangan di sekitar wilayah tersebut.
Bahkan, di Desa Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, kebakaran sudah mendekati permukiman warga.
“Kondisi cuaca panas saat ini berpotensi memperluas kebakaran,” ujar Erfandi.
3. Petugas pemadam terkendala air terbatas

Erfandi menyebutkan bahwa petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memadamkan api, namun masih dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan, seperti sulitnya akses ke titik api, terbatasnya pasokan air, dan kurangnya personel.
“Kami menghadapi kendala seperti titik api yang jauh, pasokan air yang terbatas, dan jumlah personel yang masih kurang,” jelasnya.
BPBD Kalbar berharap langkah-langkah antisipasi dan koordinasi lintas instansi ini dapat segera mengendalikan situasi agar dampak kebakaran lahan tidak semakin meluas dan membahayakan masyarakat sekitar.



















