Kadisdikbud Kalbar Klarifikasi Soal Dugaan Kampanye di Area Sekolah

Pontianak, IDN Times - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat (Kalbar), Rita Hastarita menanggapi video viral yang diduga dirinya memfasilitasi kegiatan kampanye di salah satu sekolah di Kabupaten Kubu Raya.
Sebelumnya diberitakan bahwa diduga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kalbar bersama Kadisdikbud Kalbar melakukan kampanye di salah satu sekolah di Kubu Raya. Video tersebut memperlihatkan Ketua PMI Kalbar yang juga merupakan istri paslon cagub nomor urut 1 mengajak siswa untuk memilih salah satu paslon cagub Kalbar.
Video tersebut beredar luas di media sosial. Bawaslu Kalbar tengah melakukan penyelidikan terkait video yang diduga kegiatan kampanye tersebut.
1. Rita tepis isu dirinya lakukan kampanye di sekolah

Rita menjawab tudingan terkait isu dirinya telah memfasilitasi kegiatan yang berbau kampanye di lingkungan sekolah. Rita memastikan bahwa isu tersebut tidak benar.
Dia menjelaskan, sebenarnya ada dua jenis kegiatan yang berbeda di tempat yang juga berbeda. Selain itu juga dilaksanakan di waktu yang berbeda.
“Namun dari narasi yang beredar, seolah dua kegiatan tersebut adalah kegiatan yang sama, padahal beda,” ungkap Rita, Jumat (11/10/2024).
2. Kegiatan PMI Goes To School

Kegiatan yang pertama, kata Rita yakni Palang Merah Indonesia (PMI) Goes To School, bersama Ketua PMI Kalbar Lismaryani. Kegiatan itu digelar dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 PMI.
“Kegiatan itu merupakan rangkaian HUT ke-79 PMI, acara sesuai dengan agenda yaitu sosialisasi PMR (Palang Merah Remaja), sarapan bersama, sosialisasi kesehatan remaja dan kegiatan kebudayaan, tidak ada agenda kampanye,” tegas Rita.
Latar belakang pelaksanaannya, kata Rita sebelumnya memang ada surat permohonan dari PMI Kalbar kepada Disdikbud Kalbar bahwa akan dilaksanakan kegiatan sosialisasi PMR di sekolah-sekolah. Kemudian dirinya selaku kepala dinas memberikan persetujuan untuk melakukan kegiatan sosialisasi PMR tersebut melalui surat.
“Di mana dalam surat tersebut juga disampaikan beberapa persyaratan, antara lain tidak melakukan kegiatan kampanye, mengingat sekarang sedang dalam masa kampanye Pilkada,” sebutnya.
3. Tidak mengajak pelajar memilih paslon tertentu

Sedangkan video yang sempat viral, menurut Rita adalah acara PMI Goes To School yang digelar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada 27 September 2024. Dalam kegiatan itu, dirinya pribadi sama sekali tak ada mengajak pelajar untuk memilih calon tertentu pada Pilkada Kalbar, baik secara lisan, atau pun kode jari.
Selain itu, Rita juga meluruskan soal foto acara yang sama, namun di lokasi berbeda, yang turut menuai polemik. Pada acara PMI Goes To School di SMAN 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah yang digelar pada 25 September 2024.
Saat foto bersama Ketua PMI Kalbar bersama para pelajar mengacungkan kode satu jari. Menurutnya, kode jari tersebut merupakan lambang dari SMAN 1 Mempawah Hilir.
“Jadi itu memang kode jari lambang SMAN 1 Mempawah Hilir, di setiap kesempatan selalu mereka gunakan. Di foto tersebut saya juga tidak menunjukkan kode jari. Dan pada kegiatan tersebut dari awal hingga selesai dihadiri Binmas Polres Mempawah,” paparnya.
Jadi acara PMI Goes To School tidak ada kaitannya sama sekali dengan acara sosialisasi pemilih pemula. Acara PMI Goes To School itu, kata Rita, digelar bulan September lalu, tidak ada kaitan dengan sosialisasi pemilih pemula yang baru digelar bulan Oktober.
4. Rita paparkan kegiatan sosialisasi pemilih pemula

Rita juga menjelaskan bahwa sosialisasi pemilih pemula yang digelar di beberapa sekolah di Kota Singkawang yang lalu, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya partisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) bagi para pemilih pemula. Serta meningkatkan kesadaran akan hak, dan kewajiban sebagai warga negara.
Kegiatan sosialisasi pemilih pemula memang merupakan salah satu tugas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov), berupa edukasi literasi kepada masyarakat termasuk pemilih pemula, dan melaksanakan pendidikan politik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu.
Kegiatan serupa juga sudah pernah dilaksanakan Pemprov menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres), dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 lalu.
“Jadi di kegiatan sosialisasi pemilih pemula, kami murni melaksanakan sosialisasi agar mereka (pemilih pemula) berpartisipasi menggunakan hak suaranya pada Pilkada mendatang. Jadi tidak ada mengarahkan, atau menyebut untuk memilih pasangan calon tertentu,” tukasnya.



















