Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

1 PDP di Balikpapan Meninggal, Istri Pedagang Pasar Positif COVID-19

1 PDP di Balikpapan Meninggal, Istri Pedagang Pasar Positif COVID-19
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (Instagram/humas.pemkot.balikpapan)
Share Article

Balikpapan, IDN Times - Wali Kota Balikpapan sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Rizal Effendi menyampaikan pada Kamis (2/7) terdapat tambahan 5 orang pasien positif COVID-19. Salah satunya adalah istri dari pedagang di Pasar Pandansari yang  positif COVID-19 dan meninggal dunia beberapa waktu lalu.

"Dari 5 positif, BPN 198  adalah istri dari pasien almarhum BPN Pandansari. Ini satu tambahan di Pasar Pandansari terkonfirmasi positif," kata Rizal dalam rilis melalui Instagram Humas Pemkot Balikpapan (2/7).

1. Hasil swab massal pedagang Pasar Pandansari belum diterima

Suasana tes swab di Pasar Pandansari Balikpapan pada 30 Juni 2020 (IDN Times/Haikal)
Suasana tes swab di Pasar Pandansari Balikpapan pada 30 Juni 2020 (IDN Times/Haikal)

Meskipun demikian Rizal belum dapat memberikan informasi terkait swab massal ratusan pedagang Pasar Pandansari yang telah dilakukan pada 30 Juni lalu.

"Kita masih menunggu karena swab massalnya belum selesai, karena dikirim ke Labkesda Samarinda, kita belum terima hasilnya," ujar Rizal. 

2. Satu orang PDP meninggal dunia

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Juliarty (IDN Times / Haikal)
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Juliarty (IDN Times / Haikal)

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan satu orang pasien dalam pengawasan meninggal dunia. 

"Ada seorang pasien dalam pengawasan COVID-19 meninggal dunia. Masuk di RS SIloam tanggal 1 (Juni) keluhan nyeri dada, sesak. Riwayat penyakit komorbid hipertensi jantung dan stroke," ujar dokter yang akrab dipanggil Dio ini.

Ia melanjutkan, "Karena masuk dengan keluhan sesak dan foto rontgen pneumonia sehingga ditetapkan PDP. Dirawat satu hari, kami sempat melakukan pengambilan swab namun belum keluar hasilnya subuh tadi meninggal dunia," kata Dio.

Atas izin keluarga, pasien ini dimakamkan dengan protokol COVID. "Almarhum, usia 58 tahun, pensiunan meninggal tadi subuh (2/7) jam 6.40 Wita status PDP," ujar Dio.

3. Relaksasi bukan berarti pelonggaran aturan COVID-19

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pada jumpa pers perkembangan kasus COVID-19, pada 19 Juni 2020 (Instagram/Humas.Pemkot.Balikpapan)
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pada jumpa pers perkembangan kasus COVID-19, pada 19 Juni 2020 (Instagram/Humas.Pemkot.Balikpapan)

Kembali ke Wali Kota Rizal, terkait dengan kebijakan relaksasi di Balikpapan ia menegaskan justru akan semakin memperketat protokol kesehatan di berbagai fasilitas publik.

"Pelonggaran-pelonggaran itu tidak berarti penanganan COVID-19 berakhir dan pengenduran terhadap protokol kesehatan. Kalau ini jalan dibuka dan berbagai moda transportasi sudah dibolehkan, selain itu kita juga umumkan relaksasi di kegiatan pertemuan bukan berarti disiplin protokol COVID-19 berubah, justru harus meningkat," kata Rizal.

Sementara itu di Balikpapan, selain 5 orang dinyatakan positif COVID-19, ada 11 pasien yang sembuh. "Ada 16 kasus. Lima terkonfirmasi positif, 11 terkonfirmasi negatif atau dinyatakan sembuh karena swab sudah dua kali"

Ia juga menambahkan "Sehingga total pasien positif 198, dirawat 59, sembuh 135, yang meninggal 4 orang," kata Rizal

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 291 orang, dirawat 22, dan PDP meninggal 10 orang. Sedangkan jumlah orang tanpa gejala (OTG) yang dalam pengawasan 472, dan orang dalam pemantauan (ODP) 528 orang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mela Hapsari
EditorMela Hapsari

Latest News Kalimantan Timur

See More

Jangan Nego sebelum Tahu Ini! 5 Cara Bisa Mengubah Hasil Kesepakatanmu

27 Jun 2026, 19:00 WIBNews